Showing posts with label Worth It. Show all posts
Showing posts with label Worth It. Show all posts

Wednesday, May 15, 2013

Remembering Allah Means...




Remembering Allah does not mean you would
pray on time and do lots of Dhikr for Allah
while ignoring other aspects of life.


Remembering Allah means you are happy
with whatever Allah has blessed you- no
matter how much something cuts your heart
like knife.

Remembering Allah means when your heart
cries, you know Allah is going to make you
smile soon.

Remembering Allah means when the duniya
tries to shatter you and you always face those
carefully saving you from the atmosphere of
doom.

Remembering Allah means you believe the
pain that you got is soon going to be
replaced with something better by Allah
which would make you so much happier.

Remembering Allah means no matter how
worse situations become- the best news of
being with all those people and things you
love without any pain is near.

Remembering Allah means you can see in
your heart the most perfect place Jannah
where perfectness is defined by happiness.

Remembering Allah means you know what
you lost, you are soon going to find it with
nothing less.

Remembering Allah means believing with
patience that this "soon" is the Jannah where
all your tears would come back to you smiling.


Remembering Allah means you know the land
of eternal brightness- a place of happiness
which all your beautiful sacrifices and
patience are going to bring.

Remembering Allah means no matter how
many times your dreams break into pieces,
you would always be thankful toward Him
with strong faith.

Remembering Allah means separating the
Haram from Halal so that the only barrier that
would come between you and your paradise
is death.

* So when you want something and you get
it, you should remember Allah in this way.

* and when you don't get it you should still
remember Allah thanking Him all the time of
night and day.

Zb.

Sunday, May 12, 2013

Amazing Ten Seconds (A Must Read)

I was enjoying my time "Blog Walking" when found this.

See the black dots in the middle for ten seconds (Lihat titik hitam ditengah gambar selama 10 detik)
Be focus, make sure you don't blink even just once, and look the nearest pain wall, and see what you find (Fokus, dan pastikan anda tidak berkedip sekalipun, kemudian arahkan pandangan ke dinding kosong dan lihat apa yang anda temukan di mata anda)



SubhanAllah, Allahu Akbar... :)

Thursday, March 28, 2013

Tips Mengajar English Conversation

Bismillahirrahmanirrahim...

Kali ini saya akan membagikan tips mengajar english conversation, tips ini berdasarkan pengalaman saya mengajar english conversation selama 4 tahun baik di institusi maupun private dan beberapa referensi artikel oleh native speaker yang mengajar english conversation di overseas. Mengajar conversation mungkin sedikit lebih sulit daripada mengajarkan grammar kepada murid-murid anda. Anda biasanya hanya membutuhkan text books atau memberi exercise tests kepada murid anda untuk mengajarkan grammar kepada mereka. Berbeda dengan conversation, anda selain dituntut dapat berbahasa inggris dengan lancar layaknya native speaker, juga harus mempunyai banyak inovasi agar membuat murid-murid anda berani berbicara bahasa inggris tidak hanya sepatah dua patah kata namun juga fasih.


Tips 1 : Motivation
Hal pertama yang anda lakukan sebelum memulai mengajarkan mereka english conversation terlebih dahulu memotivasi mereka. Ini adalah "ritual" yang selalu saya gunakan setiap kali saya memulai kelas di setiap pertemuan, artinya tidak hanya dipertemuan pertama namun juga di pertemuan kedua, ketiga bahkan hingga pertemuan akhir. Mengapa motivasi sangat penting? Karena pada dasarnya mereka yang ingin belajar english conversation kebanyakan merasa minder dengan kemampuan bahasa inggris mereka. Mereka takut salah meletakkan grammar pada saat berbicara, mereka takut salah dalam pengucapan, intinya mereka malu, minder dan sangat tidak percaya diri dengan kemampuan bahasa inggris mereka, meski mungkin bisa jadi sebagian dari mereka sangat jago dalam hal grammar.

Motivasi mereka dengan meyakinkan mereka bahwa bahasa inggris sangat mudah, minta mereka terus mengulangi kata-kata "English Is Easy". Hal ini akan membantu mereka untuk percaya diri karena kata-kata ini telah terbenam di alam bawah sadar mereka. Saya bahkan selalu meminta murid saya untuk mengulangi kata-kata tersebut setiap hari didepan cermin, cara ini selalu efektif, dan pada pertemuan ketiga biasanya semua murid saya sudah tidak minder dan berani berbicara bahasa inggris meski grammar dan pronunciationnya masih tidak sesuai.


Tips 2 : Change Your Teaching Method
Ajarlah mereka dengan sistem yang tidak biasa. Trobos sistem membosankan yang membuat murid anda menghabiskan waktu lebih ke tata letak grammar. Ini adalah masalah yang paling sering dihadapi oleh kebanyakan orang Indonesia, sistem pendidikan di Indonesia yang diajarkan di sekolah-sekolah lebih mengedepankan sistem pengajaran konvensional. Sistem ini lebih berpusat pada teori dan terlalu text book. Contoh dalam penggunaan tenses, siswa di Indonesia dituntut untuk dapat menguasai 16 rumus tenses dengan formula yang memusingkan, walhasil bahasa inggris seperti momok menakutkan selevel dengan kalkulus. 

Padahal cara cepat agar siswa menyukai bahasa inggris adalah dengan menyuruh mereka mempraktekkannya secara langsung dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Salah satu cara yang saya sukai untuk mengajar anak-anak usia sekolah dasar adalah dengan menggunakan gambar, warna, dan dengan menunjukkan benda-benda tersebut secara langsung dihadapan mereka tanpa menyebutkan nama-nama tersebut dalam bahasa Indonesia. Metode ini saya adopsi dari metode pembelajaran yang diajarkan di pesantren saya. Guru saya tidak pernah menuliskan diatas papan seperti book adalah buku. Mereka langsung membawa buku dihadapan kami, dan meminta kami mengulangi kata "book" berkali-kali sambil mengangkat buku tersebut. Cara ini efektif, buktinya dalam waktu 6 bulan saya dan teman-teman dapat lancar berbahasa inggris dan bahasa arab. Dan tidak jarang kami belajar diluar jika topik yang dibahas berkaitan dengan keadaan diluar, contoh kami akan dibawa ke taman untuk mengenalkan tumbuh-tumbuhan, benda-benda dan binatang-binatang yang dapat kami temui disana. 

Jika murid yang anda ajarkan usianya diatas 15 keatas, anda dapat memulainya dengan menanyakan kegemaran atau interest mereka. Contoh saya pernah mengajar lima orang dokter yang sedang menjalani resident nya di rumah sakit negara. Usia mereka rata-rata 20 tahun lebih tua dari saya, maka hal yang saya lakukan adalah dengan membaca beberapa artikel kedokteran di internet dan membawa beberapa topik untuk dibahas bersama mereka. Hasilnya mereka sangat antusias, selain saya juga mendapat pengetahuan baru dan bahkan tidak jarang saya mendapat konsultasi gratis dari mereka, hal ini juga membantu menaikkan kepercayaan diri mereka, karena yang dibahas adalah bidang yang sangat mereka kuasai. Untuk Vocabulary  Building mereka saya beri 5 kosa kata baru yang berkaitan dengan kedokteran. 

Untuk usia keatas saya lebih sering memberi sedikit vocabulary dibanding anak-anak usia bawah. Karena kemampuan otak menangkap dan mengingat hal baru yang lebih rendah dibanding anak-anak, saya juga mempertimbangkan waktu yang mereka punya, biasanya usia diatas 20 tahun mempunyai kesibukan yang menyita banyak waktu, sehingga agar mereka tidak merasa terbebani dengan task yang saya beri, saya biasanya akan memberi beberapa limit. Namun, tidak jarang saya memberi 10 kosa kata perminggu untuk dihapal kepada murid saya yang usianya 20 ke atas dengan pertimbangan jika dia mahasiswa dan mempunyai kemampuan otak yang cepat menangkap hal baru.

Selain hal tersebut, saya tidak jarang menggunakan film sebagai media pembelajaran, biasanya saya akan memilih 3 jenis film dari Amerika, Inggris dan Australia. Selain menonton film menyenangkan dan membuat belajar menjadi tidak monoton, hal ini juga saya lakukan untuk mengenalkan kepada murid-murid saya perbedaan aksen dari ketiga negara tersebut dan membiasakan mereka mendengar bahasa inggris langsung dari native-nya. Selain itu saya juga menset english sebagai subtitle film, tujuannya adalah membuat mereka mengetahui pronunciation yang sebenarnya. Contoh kata Pious biasanya dibaca murid saya  "Piaus" dan ketika mereka menonton film dan mendengar aktor di film menyebut Pious "Payes" mereka menjadi tahu pronunciation yang benar.

Saya juga selalu mewajibkan murid-murid saya untuk berkomunikasi dengan bahasa inggris dengan saya baik melalui media sosial maupun bertemu langsung diluar kelas, bahkan terkadang saya mewajibkan mereka untuk selalu berkomunikasi bahasa inggris antar sesama mereka dimanapun mereka bertemu. Tujuannya tidak lain untuk membiasakan mereka berkomunikasi menggunakan bahasa inggris.

Jika anda mempunyai teman native, anda bisa meminta bantuannya melalui media online yang dapat anda gunakan. Saya sering meminta bantuan kepada teman saya di New York dan beberapa teman saya di Australia untuk berbicara langsung dengan murid-murid saya via Skype. Cara ini membantu murid-murid anda untuk meningkatkan listening dan kepercayaan diri mereka untuk berbicara bahasa inggris di depan orang asing.

Biasanya setelah pertemuan hampir berakhir saya akan membawa murid-murid ke tempat wisata terdekat di provinsi saya yang sering dikunjungi turis mancanegara. Contoh saya membawa mereka ke Bukit Lawang dan sesampainya disana saya memberikan task kepada mereka seperti mewawancarai beberapa turis asing, menuliskan hasil wawancara mereka dan mengambil foto bersama sebagai bukti dan sekaligus sebagai kenang-kenangan bagi mereka personal. Mereka saya bekali dengan beberapa cindera mata asli provinsi seperti gantungan kunci dari kayu untuk dijadikan sebagai souvenir sebagai ucapan terima kasih kepada turis yang bersedia di wawancara. Selain cara ini efektif meningkatkan kemampuan bahasa inggris mereka, cara ini juga dapat menambah pengalaman dan memberikan kenangan tersendiri bagi murid-murid anda. 


Tips 3 : Talk Less and Listen More
Mengajar english conversation tidak membuat anda berbicara lebih banyak dikelas seperti mengajar pelajaran lainnya. Karena yang membutuhkan berbicara banyak itu adalah murid anda dan bukan anda sebagai pengajar. Bukan berarti anda harus diam selama kelas berlangsung. Namun, berbicaralah sedikit dan biarkan murid anda yang berbicara lebih banyak. Itulah sebabnya mengapa saya hanya akan membuka kelas jika ada minimal 4 atau 5 murid dalam 1 kelas, karena saya ingin murid-murid saya berinteraksi satu sama lain dan lebih percaya diri dalam berbicara bahasa inggris dihadapan orang lain. Anda boleh berbicara banyak sesekali karena murid anda biasanya senang mendengarkan guru mereka berbicara bahasa inggris dengan lancar, namun jangan terlalu sering. Anda boleh masuk ke percakapan mereka dengan memberi beberapa pertanyaan atas percakapan yang mereka bicarakan, tunjukkan antusias anda terhadap topik yang mereka perbincangkan. 

Contoh salah satu murid saya mempunyai suatu side job di bagian pertanian, ketika dia berbicara masalah okulasi tanaman yang dia lakukan, saya menanyakan beberapa hal mengenai okulasi dan dia menjawabnya sangat antusias dan bersemangat meski bahasa inggrisnya masih tersendat dan sering kesulitan di pemilihan kosa kata, biasanya saya akan membantunya menemukan kosa kata yang cocok dipakai.

Jika percakapan tersebut ditanggapi antusias oleh murid lainnya anda tidak perlu terlalu intens masuk ke percakapan mereka, anda cukup mendengar seksama sambil sesekali mencatat kesalahan yang anda anggap sangat perlu diperbaiki. Biarkan mereka berbicara dan anda mendengar dengan baik.


Tips 4 : Stop Being Grammatical Error Police
Berhentilah terus-terusan memperbaiki grammar mereka setiap kali mereka berbicara, bukan berarti anda tidak boleh memperbaikinya, anda diwajibkan untuk memperbaikinya namun jangan semua grammatical error, catat kesalahan mereka dan highlight kesalahan besar yang menurut anda paling krusial untuk diperbaiki dan tinggalkan yang minor. Karena jika anda terus-terusan memperbaiki grammar mereka akan menurunkan kepercayaan diri mereka, dan sebaliknya bukannya anda membuat mereka bisa berbahasa inggris dengan lancar anda malah membuat mereka takut berbahasa inggris.

Pada saat SMA kelas 3 saya mempunyai guru dari Amerika yang sangat dekat dengan saya seperti sahabat dan sampai sekarang masih menjadi sahabat saya. Selama saya berbicara dengannya dia tidak pernah memperbaiki satu pun kata-kata saya, hingga memasuki bulan keenam pertemanan kami, dia mulai mengoreksi sedikit-sedikit grammar dan pronunciation saya, setelah saya bertanya ternyata dia melakukan hal tersebut agar saya tetap berani untuk berbicara bahasa inggris. Jika dia memperbaiki dari awal dia yakin saya tidak akan mau lagi berbahasa inggris dengannya.

Dari hal itulah saya belajar untuk tidak terlalu sering memperbaiki kesalahan grammar murid-murid saya apalagi di awal pertemuan, namun setelah lewat beberapa pertemuan dan kami sudah mulai akrab saya biasanya sudah sedikit mulai intens memperbaiki grammar dan pronunciation mereka meski tidak juga terlalu sering. Dan hasilnya mereka lebih mudah menerima dan langsung memperbaikinya tanpa merasa minder, karena kepercayaan diri mereka telah terbangun.


Tips 5 : Praise and Give Them Award
Murid anda akan lebih percaya diri jika anda tidak pelit memberikan mereka pujian setiap mereka berhasil menyelesaikan suatu task yang anda berikan. Saya sering memberikan pujian kepada murid-murid saya disetiap mereka membuat kemajuan dan menyelesaikan task yang saya berikan. Biasanya jika anda memberi mereka pujian terlebih dahulu lalu memperbaiki kesalahan mereka dengan halus mereka akan menerimanya sebagai bentuk dorongan anda atas kebaikan dan keberhasilan mereka kedepannya. Contoh pujian yang saya berikan biasanya seperti ini :

"Untuk A, kamu sudah sangat bagus dalam menempatkan kata-kata, sudah sedikit lancar dan fasih, nah tapi ada yang kurang, yaitu pronunciation kamu yang agak kurang tepat, kalau kamu mengasah sedikit saja kamu akan bisa berbahasa inggris dengan sangat brillian"

Pujian diselingi dengan koreksi kesalahan mereka akan mudah diterima daripada anda langsung menjudge atau mengurai kekurangan mereka.

Jangan ragu untuk memberikan mereka award. Memberi award kepada murid anda membantu mereka untuk lebih bersemangat mengerjakan task yang anda beri, dan lebih berusaha untuk membuat progress. Biasanya saya selalu memberi award bagi murid saya yang mendapat poin paling banyak di akhir pertemuan nanti, siapa saja mempunyai kesempatan mendapatkan award selama mereka dapat mengumpulkan poin yang banyak. Dan saya juga biasanya selalu memberi award khusus untuk murid dengan level kemampuan bahasa inggris yang paling rendah. Hal ini saya lakukan agar dia lebih bersemangat mengejar ketinggalan dan tidak merasa minder dengan murid yang lain yang jauh lebih bagus. Award yang saya berikan tidak pernah cuma-cuma, saya selalu memberikan task yang harus diselesaikan agar dia dapat menerima award tersebut. Contoh, saya akan memberi buku/novel yang saya beli dari luar negeri baik secara langsung maupun dari shipping, dan biasanya price tagnya tidak saya cabut, bukannya untuk show off namun untuk menjadi bukti bahwa dia mendapat award dari luar negeri bukan award sembarangan yang bisa didapat di Indonesia. Cara ini selalu berhasil membuat murid saya dengan level kemampuan bahasa inggris paling rendah lebih bersemangat, lebih termotivasi dan tidak minder lagi karena dia juga merasa spesial meski kemampuan bahasa inggrisnya tidak seperti murid lainnya.

Dan inilah beberapa tips mengajar english conversation yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat bagi anda yang ingin atau sudah memulai mengajar english conversation. Selamat Mengajar !! :)




Friday, March 22, 2013

"Hidup Itu Pilihan"

Menjadi mahasiswa semester akhir itu ada senang ada juga sedihnya, senangnya mata kuliah yang diikutin sudah mulai berkurang, sedihnya skripsi yang ga kelar2 mulai menghantui tiap malam, dan tidak jarang terbawa mimpi (kebiasaan saya kalau ada sesuatu yang belum selesai pasti dipikirin sampai larut2 dan walhasil terbawa mimpi)--"

Tadi malam saya mengecek email dan ternyata ada email dari Kedubes Australia di Jakarta (Program AIYEP yang saya ikutin karena bekerja sama langsung dibawah Kementerian Luar Negeri Australia maka pihak pemerintah Australia terus memfollow-up para alumninya, sehingga hubungan kerjasama tidak terputus begitu saja) isi emailnya mengenai Australia Awards Scholarship atau yang dulu dikenal sebagai ADS. Pendaftaran sudah dibuka dan ditutup Juli ini, banyak alumni AIYEP yang kembali ke Land Down Under lewat jalur beasiswa ini. Begitu saya melihat email tersebut, langsung kegalauan menghantui. Gimana ga galau coba, bulan juli itu saya belum tamat dan saya masih dalam proses sidang skripsi (inshAllah, Amin) dan akan di wisuda paling cepat bulan Agustus. Itu artinya, saya tidak bisa meng-apply untuk scholarship periode 2014 ini. Karena jika saya mau apply, maka saya baru bisa meng-apply di tahun 2014 untuk keberangkatan tahun 2015. Galau pun semakin bertambah mengingat semester ini harus menjadi semester terakhir saya, itu artinya 19 sks yang masih saya ambil tidak boleh ada yang gagal. Jika tidak, saya akan semakin lama tamat, dan semakin lama S2 dan semakin lama menikah dan akhirnya saya harus rela mendengar ceramahan ibu saya di tahun2 usia saya semakin menua. Kebiasan saya yang selalu membuat plan hidup membuat saya semakin galau tingkat ASEAN, lol.

Mengapa saya bisa begitu lama tamat? well, sebenarnya masih dalam waktu normal, 4 tahun, meski meleset dari plan awal saya, yaitu 3,5 bulan. Jawabannya adalah Program AIYEP yang saya ikutin 2011 lalu, program ini berlangsung selama 5 bulan, dimana saya yang masih berstatus mahasiswa semester 5 dan harus rela mengambil PKA alias cuti kuliah selama 1 semester. Tapi mengutip dari PD3 Fakultas saya, beliau mengatakan "Hidup itu pilihan, Maulida". Yah, ketika itu memang saya harus memilih dan saya memilih tamat lebih lama daripada melewatkan kesempatan yang tidak semua pemuda di Indonesia mendapatkan kesempatan ini. Maksudnya setiap orang bisa keluar negeri, bisa ke Australia, baik dengan uang sendiri maupun beasiswa sekolah, namun hanya 18 pemuda tiap tahunnya (dalam kurun waktu 31 tahun belakangan ini) yang berkesempatan sebagai duta bangsa mewakili Indonesia di negeri kangguru tersebut. Pengalaman dan status yang diemban juga berbeda.

Dan program ini juga yang membuat nama saya sedikit dikenal para Dekanat di fakultas (meski sebelumnya sudah dikenal, ahem) hingga pihak rektorat. Untuk dekanat pastilah tahu, karena kan saya minta izin PKA melalui dekanat, namun untuk rektorat saya tidak pernah memberitahu apapun, dan terakhir saya tahu ternyata Dekan, PD2 dan PD3 saya yang "menyebarkan gosip" ini hingga ke Rektor, terima kasih banyak Pak buat promosinya, haha XD

Maka, begitu saya kembali dari program tawaran kompetisi nasional yang membutuhkan kemampuan bahasa inggris bahkan hingga mewakili universitas di luar negeri mulai berdatangan, ketika anggota satu tim saya yang lain di seleksi terlebih dahulu, saya langsung dipilih tanpa proses seleksi (kok kedengerannya ga adil yah? haha) dan beberapa kali dipilih menjadi ketua tim untuk mewakili kampus.

Benar, program ini ibarat batu loncatan bagi saya, dosen-dosen di fakultas juga sering kali memberi ekspektasi tinggi. Contoh ketika kompetisi Debat Mahkamah Konstitusi, saya ditawari seorang dosen untuk menjadi salah satu tim debater dan tahun berikutnya beliau juga masih menawari saya. Mungkin anggapan banyak orang bahwa orang yang pernah mendapat beasiswa keluar negeri melalui sebuah rangkaian tes yang lumayan panjang menguasai segalanya. Mungkin yah berlaku bagi beberapa orang, seperti senior-senior saya yang mempunyai kemampuan otak diatas rata2. Namun, tidak bagi saya, saya yang mengambil jurusan hukum internasional, yah jagonya di situ saja, kalau sudah masuk ranah hukum lain tidak sebegitu ekspert, apalagi hukum tata negara.

Program ini juga yang buat saya agak sedikit lebih terkenal di kampus karena beberapa dosen lumayan gencar menyebut2 nama saya di kelas2 adik junior, akhirnya masa itu datang juga, masa dimana nama saya yang disebut menggantikan nama-nama senior saya yang dulu paling sering disebut2 dosen sebagai mahasiswa yang patut dicontoh. Yah, meski saya masih ketinggalan jauh dibanding mereka, setidaknya saya "berlari" di lapangan yang sama *menghibur diri sendiri haha

Dan kemarin juga seorang dosen setelah selesai mengajar kuliah ketika saya hampir meninggalkan kelas beliau, saya dipanggil, ternyata beliau sedang dalam proses pengajuan program research di Leiden Universiteit, Belanda. Beliau kemudian menunjukkan saya proposal research yang akan beliau ajukan dan meminta pendapat saya apakah proposal tersebut bagus atau tidak. Kontan saya terkejut, I meant saya ini tamat S1 saja belum bagaimana bisa dimintai pendapat untuk memeriksa proposal yang diajukan seorang doktor. weleh, weleh, tapi untuk menghargai sang dosen atas kepercayaan terhadap saya, maka saya pun membaca skimming dan kemudian meyakinkan beliau bahwa proposal tersebut sangat bagus. Well, proposal tersebut memang bagus,  menurut saya idenya orisinil dan aplicable. Di akhir beliau minta tolong saya membantu beliau mengkoreksi terjemahan bahasa inggrisnya dan langsung saya iyakan sebagai balasan atas ilmu beliau, halah haha.

Intinya yah, memang tanpa program tersebut kehidupan mahasiswa saya mungkin tidak akan semulus dan sebaik sekarang ini, jadi seperti kata PD3 saya yang selalu mensupport saya dalam banyak hal "Hidup itu pilihan, Maulida". Saya telah memilih, maka saya telah bersedia untuk menerima kebaikan dari pilihan saya begitu juga dengan konsekuensi2 yang harus saya hadapi kedepannya. Biarlah lama tamat asalkan berkualitas, asiik.

At the end, menyerahkan segalanya kepada Sang Maha Perencana adalah jalan paling terbaik dan paling teraman untuk saya tempuh. Semoga rencana yang saya susun berjalan lancar dan diridhoi Allah, jika pun berubah, saya yakin rencana Allah lebih baik dari rencana maupun mimpi yang saya tuliskan... "Allah knows, while you may know not"


Friday, September 28, 2012

Intanshurullah Yansurkum !! (Episode : My Dreams)

Hari ini, saya merasakan luar biasa bahagia, subhanAllah bahkan kata-kata tidak dapat menggambarkan betapa luar biasanya nikmat yang telah Allah berikan kepada saya di bulan ini. Dan luar biasanya lagi nikmat itu datangnya secara beruntun !!

Dimulai dari moto baru hidup saya yang telah lama saya camkan di dalam hati, kalimat penguat yang tak pernah membiarkan saya terjatuh dan menyerah di jalan Allah ini. Yah, kalimat itu adalah sepenggal ayat dari Al-Quran Karim "Intanshurullah Yansurkum (Jika kamu menolong Allah (Agama Allah) maka Allah akan menolongmu)"

Kalimat yang membuat saya yakin jika saya, meski hanya sedikit berkontribusi dijalanNya maka Allah akan membalasnya. Bahkan lebih !!

Diawali dengan niat untuk mendedikasikan diri ke Musholla kampus, untuk menebus rasa bersalah saya yang sudah hampir setahun melepas adik2 musholla begitu saja dengan segudang alasan kesibukan dan tak punya waktu. Akhirnya dimulai lah dari niat, saya tegaskan baru NIAT. Saya berniat mengajar adik2 musholla bahasa inggris hingga lancar dan mempersiapkan mereka untuk mendapat beasiswa2 luar negeri yang tersedia bagi mahasiswa S1. Sekali lagi saya tekankan baru niat, saya memang sudah mengkoordinasi adik2 untuk mendata peserta yang mau ikut kursus bahasa inggris cuma-cuma ini dan sekaligus pelatihan beasiswa abroad tersebut. Namun, karena kepergian saya ke Bangkok dan Jakarta selama 2 minggu ke depan, membuat kegiataan ini tertunda hingga kepulangan saya ke Medan.

Kemudian, 3 hari yang lalu adik2 akhwat musholla meminta saya untuk menjadi coach tari Saman untuk pertunjukkan Fakultas Hukum di acara Keputrian Dakwah Expo se-USU di Auditorium. Program AIYEP yang saya ikuti beberapa bulan lalu, alhamdulillah membuat saya dapat dikatakan sedikit pro dalam hal menari Saman.

Maka, 3 hari kemudian saya melatih 13 orang adik2 akhwat musholla dari sore hingga malam, meski kegiatan kampus padat, belum lagi persiapan ILSA (International Law Student Association) untuk study tour ke Bangkok lusa nanti membuat saya mau tak mau harus rela badan ini remuk redam karena tambahan "menyaman" intensif.

Namun, berkali2 saya meyakinkan diri dan mengulang-ulang kalimat ampuh yang saya yakin keampuhannya karena saya sendiri sudah berkali-kali membuktikan hal tersebut. "Intanshurullah Yanshurkum !!"

Bukan tak bisa bagi saya untuk memakai waktu saya mengajar anak-anak musholla untuk mengajar kembali secara profesional (dibayar maksudnya) di luar sana. Berkali-kali tawaran itu datang, dan gaji yang ditawarkan cukup menggiurkan. Namun, itu dia, kalimat itu yang membuat saya yakin untuk melakukan jual beli dengan Allah instead of human dan ayat Allah lainnya semakin menguatkan saya...

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan surga untuk mereka."(QS. 9:111)

Karena logika saya begini jika sebulan saya mengajar 7 siswa yang masing-masing membayar 1 juta maka total yang saya dapat sebulan adalah 7 juta. Income standar yang biasa saya dapatkan ketika mengajar dulu. Namun, kemudian saya berfikir dengan "Faith" yang saya miliki, jika saya mengajar adik2 Musholla itu secara cuma2, maka saya tidak akan mendapatkan seperser rupiah pun dari mereka, tapi saya akan mendapat bayaran dari Allah sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang saya harapkan, bahkan sesuatu yang tidak pernah berani saya idam-idamkan karena begitu tingginya. Apa yang tidak mungkin bagi Allah? Cukup hanya dengan "Kun" Nya maka Jadilah !!

Dengan keyakinan itu saya bertekad, oke saya akan jual beli dengan Allah dan bukan manusia.

Sebelumnya Allah telah membayar kontribusi saya itu meski baru berbentuk niat. Dengan kemudahan proses persiapan keberangkatan study tour ILSA minggu ini. Saya mendapat team yang solid, teman yang luar biasa hard working, yang bahkan saya rasa mereka lebih banyak bekerja dibanding saya yang ketua ILSA, Dosen2 Departemen Hukum Internasional yang luaarr biasaaaa kontribusinya, tanpa usaha dan kerja nyata beliau-beliau maka sulit untuk mencapai persiapan yang hampir sangat matang sekarang ini.

Hal itu kemudian semakin saya rasakan ketika kemudahan datang lagi lewat diterimanya universitas kami di universitas terbaik di Thailand dan bahkan Asia Tenggara. Ada sedikit hambatan memang sebagai contoh permohonan "Courtesy Call (Kunjungan Kehormatan) kami ke KBRI Bangkok sempat tidak dapat dipenuhi oleh Atase disana, karena satu dan dua hal. Namun, dosen HI yang luar biasa tetap berusaha hingga kemudian melalui alumni kampus yang sekarang menjadi Kepala Pusdiklat Kemlu, beliau langsung mengirimkan "surat berita resmi" dari Kementrian Luar Negeri kepada KBRI Bangkok untuk memenuhi permohonan courtesy call kami tersebut. Dan, Alhamdulillah tadi kami mendapat pernyataan langsung dari Kepala Pusdiklat Kemlu bahwa Duta Besar RI untuk Bangkok sendiri yang akan menerima kami di KBRI Bangkok nantinya. SubhanAllah, lagi-lagi, Intanshurullah Yansurkum !!

Dan nikmat yang luar biasa lainnya baru saja datang menghampiri saya siang ini. Pertunjukkan saman adik2 akhwat BTM Aladdinsyah di Auditorium benar-benar membuat saya bangga kepada mereka. Para penonton tersihir dengan kekompakan tarian saman mereka yang meski hanya dipelajari 3 hari namun telah menghasilkan gemuruh tepuk tangan yang luar biasa dari penonton. Bahkan penonton menobatkan pertunjukkan saman kami adalah pertunjukkan terbaik diantara semua fakultas. Senang, bangga, itu hal yang saya rasakan. Sakit dan rasa capek yang mendera saya selama melatih saman hilang seketika melihat wajah adik2 tersenyum senang dan haru karena tepuk tangan penonton atas apresiasi mereka terhadap gelombang kekompakan dari team "Kutiding" ini. Begitu mereka menyebut grup saman dadakan mereka, mengutip salah satu lirik dari syair saman.

Belum selesai rasa bahagia itu, ketika saya dan adik2 bercengkrama sebentar di Musholla, mengulang kembali hal-hal selama di atas panggung pertunjukkan. Seorang dosen HI tiba-tiba datang langsung ke Musholla untuk mencari saya. Saya sampai heran ternyata beliau sudah mencari saya hingga ke seantero fakultas. Saya fikir urusan study tour, ternyata dosen HI dan ketua departemen membawa kabar gembira untuk saya. Lewat beberapa lembar kertas yang berkop surat-kan "Kementrian Luar Negeri RI". Ternyata saya diutus untuk mengikuti "Pelatihan Delimitasi Batas Maritim" di Bali tanggal 10-12 Oktober nanti. Yaa Rahman, langsung mata saya mendadak berbinar, pelatihan tersebut adalah pelatihan ke-8 dimana pelatihan tersebut di hadiri langsung oleh pakar-pakar Hukum Internasional dari Amerika dan Australia dan Diplomat-diplomat yang membahas batas-batas maritim Indonesia dengan hampir 9 negara !! Yaa Rahman, itu pelatihan impian para akademisi hukum internasional, terlebih-lebih hukum laut internasional. Bagaimana tidak, pelatihan tersebut dilaksanakan secara terbatas dan tidak terbuka untuk umum. Di surat itu tertulis bahwa peserta pelatihan tersebut hanya para pejabat dari instansi yang menangani atau diproyeksikan untuk menangani masalah penetapan batas maritim, atau mahasiswa berprestasi dalam bidang hukum internasional di lingkungan fakultas hukum di universitas yang terpilih. Dan ternyata dari seluruh universitas di Indonesia, hanya 4 universitas yang beruntung mendapatkannya, salah satunya adalah USU.

Awalnya, saya katakan kepada dosen saya kalau saya masih berada di Jakarta pada tanggal tersebut, namun secara cepat saya katakan saya akan mempercepat kepulangan dan siap untuk ikut pelatihan. Meski saya harus merelakan PDT AIYEP yang saya tunggu2, meski saya harus merelakan bercengkrama dengan teman2 AIYEP yang sudah luar biasa saya kangenin. But, Hey, siapa yang mau melewatkan kesempatan ini, dimana hanya ada 4 mahasiswa dari seluruh Indonesia yang beruntung dapat bergabung di pelatihan internasional ini, dimana pelatihan ini mungkin dapat menjadi turning point bagi saya di kemudian hari. Dan luar biasanya lagi, saya sudah lama jatuh cinta pada hukum laut internasional, bahkan berniat skripsi saya dan master saya adalah hukum laut internasional. UNCLOS meski setebal bantal dan seberat baja, tetap merupakan konvensi terfavorit saya. Dan, Alhamdulillah, Hukum Laut Internasional semester kemarin saya mengantongi nilai A, meski sulit mendapatkan A dari dosen tersebut, namun lagi2 Allah begitu baik sehingga saya mendapat nilai tersebut. Jika tidak kesempatan ini bisa raib begitu saja dari saya karena salah satu syaratnya selain nilai IPK minimal 3.00, nilai Pengantar Hukum Internasional yang harus A dan TOEFL minimal 550, nilai Hukum Laut Internasional juga harus lah A. Lagi-lagi saya rasakan kebenaran janji Allah, yah, Intansurullah Yansurkum !! Jika bukan karena pertolongan Allah, maka saya tidak akan dapat nilai A dari dosen tersebut, bahkan saya sempat syok melihat nilai A untuk Hukum Laut Internasional tersenyum manis di Portal KRS. Yaa Rahman, Allah benar2 memudahkan jalan saya.

Beribu-ribu, bahkan berjuta-juta hamdalah tak akan cukup untuk membayar apa yang telah Allah berikan kepada saya hingga detik ini. Yaa Rahman, begitu luar biasanya Engkau dan begitu kuasanya Engkau merubah hal yang tak mungkin menjadi mungkin.

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (QS. 2:245)

Jangan ragu menolong agama Allah, karena yakin lah Allah akan menolongmu dari jalan yang tidak disangka-sangka. INTANSHURULLAH YANSURKUM !!

Saturday, September 22, 2012

Signs of God

Say: "Praise be to God. He will show you His Signs and you will recognise them. Your Lord is not heedless of anything you do." (Qur'an an-Naml: 93)

In today's society, people assess the Qur'an very differently from what is the real purpose of its revelation. In the Islamic world, in general, very few people know the contents of the Qur'an.

Some Muslim people often hang the Qur'an on the walls of their houses within a decorative cover and elderly people read it from time to time. They assume that the Qur'an protects those who read it from "misfortune and trouble". According to this superstition, they consider the Qur'an a sort of amulet against misfortunes.

The Qur'anic verses, however, inform us that the purpose of the Qur'an's revelation is entirely different from what is mentioned above. For instance, in the 52nd verse of Surah Ibrahim, God states: "This is a communication to be transmitted to mankind so that they can be warned by it and so that they will know that He is One God and so that people of intelligence will pay heed." In many other verses, God emphasises that one of the most crucial purposes of the Qur'an's revelation is to invite people to ponder.

In the Qur'an, God invites people to reject blindly accepting the beliefs and values society imposes on them and to ponder by pushing aside all the prejudices, taboos and constraints on their minds.

Man must think on how he came into being, what is the purpose of his life, why he will die and what awaits him after death. He must question how he himself and the whole universe came into existence and how they continue to exist. While doing this, he must relieve himself of all constraints and prejudices.

By thinking, while isolating his conscience from all social, ideological and psychological obligations, the person should eventually perceive that the entire universe, including himself, is created by a superior power. Even when he examines his own body or any other thing in nature, he will see an impressive harmony, plan and wisdom at work within its design.

At this point again, the Qur'an guides man. In the Qur'an, God guides us as to what we should reflect on and investigate. With the methods of reflection given in the Qur'an, he who has faith in God will better perceive God's perfection, eternal wisdom, knowledge and power in His creation. When a believing person starts to think in the way shown in the Qur'an, he soon realises that the whole universe is a sign of God's power and art, and that, "nature is a work of art, not the artist itself". Every work of art exhibits the exceptional skills of the one who has made it and conveys his messages.

In the Qur'an, people are summoned to contemplate numerous events and objects that clearly testify to the existence and uniqueness of God and His attributes. In the Qur'an, all these beings that bear witness are designated as "signs", meaning "tested evidence, absolute knowledge and expression of truth". Therefore, the signs of God comprise all the beings in the universe that disclose and communicate the being and attributes of God. Those who can observe and remember will see that the entire universe is only composed of the signs of God.

This, indeed, is the responsibility of mankind; to be able to see the signs of God... Thus, such a person will come to know the Creator who created him and all other things, draw closer to Him, discover the meaning of his existence and his life and so prosper.

Each thing, the breaths a human takes, political and social
developments; the cosmic harmony in the universe, the atom, which is one of the smallest pieces of matter, is each a sign of God and they all operate under His control and knowledge, abiding by His laws. Recognising and knowing the signs of God calls for personal effort. Everyone will recognise and know the signs of God in accordance with his own wisdom and conscience.

Undoubtedly, some guidelines may also help. As the first step, one can investigate certain points stressed in the Qur'an in order to acquire the mentality that perceives the whole universe as an articulation of the things created by God.

God's signs in nature are emphasised in Surat an-Nahl:

It is He who sends down water from the sky. From it you drink and from it come the shrubs among which you graze your herds. And by it He makes crops grow for you and olives and dates and grapes and fruit of every kind. . There is certainly a sign in that for people who reflect. He has made the night and the day subservient to you, and the sun, the moon and the stars, all subject to His command. There are certainly signs in that for people who use their intellect. And also the things of varying colours He has created for you in the earth. There is certainly a sign in that for people who pay heed. It is He who made the sea subservient to you so that you can eat fresh flesh from it and bring out from it ornaments to wear. And you see the ships cleaving through it so that you can seek His bounty, and so that perhaps you may show thanks. He cast firmly embedded mountains on the earth so it would not move under you, and rivers and pathways so that perhaps you might be guided, and landmarks. And they are guided by the stars. Is He Who creates like him who does not create? So will you not pay heed? (Qur'an an-Nahl: 10-17)

In the Qur'an, God invites men of understanding to think about the issues which other people overlook, or just dismiss using such barren terms as "evolution", "coincidence", or "a miracle of 
nature".

In the creation of the heavens and the earth, and the alternation of night and day, there are Signs for people of intelligence: those who remember God standing, sitting and lying on their sides, and reflect on the creation of the heavens and the earth: "Our Lord, You did not create this for nothing. Glory be to You! So guard us from the punishment of the Fire. (Qur'an Ali-'Imran: 190-191)

As we see in these verses, people of understanding see the signs of God and try to comprehend His eternal knowledge, power and art by remembering and reflecting on them, for God's knowledge is limitless, and His creation flawless.

For men of understanding, everything around them is a sign of this creation. 

Tuesday, April 3, 2012

93 Million Miles

Yap, seperti yang sudah ditebak, judul tulisan kali ini terinspirasi dari salah satu lagu dari Jason Mraz, 93 Million Miles. Ketika saya mencoba menghilangkan kebosanan setelah berkutat dengan bahan-bahan mengenai Bioteknologi menurut Hukum Lingkungan Internasional untuk bahan KTI Mawapres saya, tidak sengaja melihat di home page Facebook saya, Bang Ozak (one of AIYEP Alumni 2010) put this video of Jason Mraz singing 93 Million Miles on another alumni's wall. Dan saya tertarik dengan video tersebut setelah membaca comment mereka yang mengindentifikasikan bahwa video klip lagu tersebut telah sukses membuat mereka berdua yang sedang berada di Perth, Australia homesick.
Dan, yah jari saya pun mulai mengklik new tab, menelusuri youtube mencari video tersebut, dan Voila! video ini berhasil membuat saya jatuh cinta dengan lirik dan tune nya yang benar-benar incredible !!
Berikut video dan liriknya

Kemudian ingatan saya membawa saya hanyut kedalam perjalanan program AIYEP (Australia-Indonesia Youth Exchange Program) yang baru selesai 12 Februari lalu. Teringat masa-masa adaptasi dengan new places, new people, new things, etc. Yang membuat saya suka atau tidak suka harus deal dengan situasi yang tidak biasa saya hadapi selama di tanah air. Kerinduan akan senyuman dan masakan Ibu, guyonan dan perhatian Papa, Canda tawa bersama Mbak Dian, Cici dan Fattah, suasana sibuk dan hecticnya Medan, kesibukan dikampus dan organisasi, terkadang membuat saya ingin segera cepat selesai dari program dan yah come back home..

Namun, setelah program selesai, keinginan untuk kembali ke Australia semakin menguat hingga membuat saya mengubah peta hidup 5 tahun kedepan, yang awalnya membuat AMINEF Fulbright sebagai next destination dan sukses membuat saya yakin menolak tawaran beasiswa dari Asia Foundation untuk melanjutkan s2 di Washington University which is highly respected University in West Coast demi mendapatkan ADS (Australian Development Scholarship) di ANU (Australia National University).

Mungkin inilah yang disebut "HOME", Australia seperti rumah kedua bagi saya. Meski selama tinggal disana tidak semua berjalan sesuai rencana dan keinginan namun setidaknya lebih banyak hal yang membuat saya jatuh cinta dan merasakan terikat secara literally dengan negara kangguru ini.

Namun, yang membuat saya mencintai Australia yah AIYEP sendiri, orang-orang didalamnya, baik peserta Indonesia dan Australia telah membuat saya mencintai mereka with all of me. Dan bagi saya selain rumah yang saya tinggal bersama keluarga di Medan, Indonesia. Australia, terkhusus Adelaide dan Kangaroo Island seperti rumah kedua bagi saya, rumah dimana saya bisa pulang kapanpun saya mau, dengan AIYEP sebagai keluarga saya yang akan menyambut saya kapanpun saya kembali.

Im so blessed to be a part of AIYEP big family :)

Dan, suatu saat ketika saya menjejakkan kaki ke tempat-tempat baru lagi, ribuan mil dari rumah, dari keluarga, dari tanah air, mungkin saya mencintai tempat-tempat tersebut namun "HOME" akan selalu berada dihati dan tidak akan pernah terganti, dan berjanji suatu saat saya akan kembali lagi dengan hati yang tak pernah terbagi...


Saturday, March 31, 2012

Siapa dan Apa yang Kau Cari? (Episode : Pernikahan)


(Tulisan Lama dari Account Facebook Saya, Semoga Tak Usang Dimakan Zaman dan Bermanfaat)

Nasehat ini sering saya berikan ke adik bungsu saya sejak dia menginjak usia remaja, namun pagi tadi terbersit di fikiran untuk membaginya kepada adik-adik luar biasa saya yang lainnya.. Meski dirasa terlalu dini, namun rasanya hal seperti ini sudah pantas untuk diketahui adik-adik saya yang mulai beranjak dewasa..

Adikku, Ketika engkau dewasa nanti, ketika engkau mulai berfikir untuk mencari sandaran hatimu, siapakah yang kau cari?

Seorang wanita dengan paras yang cantik? Duhai, adikku, jika ini yang kau cari maka kau dapat menemukannya dengan mudah, di sekolah, kampus, bahkan jalan raya.. Mereka tersebar dimana-mana, dengan hiasan yang memukau, busana yang mengundang, tutur kata yang menggoda, dan senyum yang menawan.. Jika ini yang kau cari, maka jangan marah jika kukatakan engkau mengalami kerugian besar. Karena fisik tidaklah kekal, siapa yang dapat menjamin paras cantiknya tetap ada hingga esok hari? Apa yang terjadi jika Allah memberinya musibah hingga kehilangan kecantikannya? 5, 10, 20 tahun, apakah kau akan melihat fisik yang sama seperti engkau pertama kali mengenalnya? Tidak.. karena kukatakan sekali lagi fisik tidaklah abadi..

Atau kau mencari seorang wanita cerdas? Adikku, bagaimana definisi cerdas menurutmu? Apakah Seseorang dikatakan cerdas ketika ia mampu mengerjakan ribuan soal matematika dan fisika dengan cepat dan benar atau seseorang yang menguasai lebih dari dua bahasa dengan lancar? Jika itu yang kau cari, maka engkau akan mudah menemukannya, dimana saja. Dan bukan suatu hal yang sulit bagimu mendapatkan satu dari miliaran wanita cerdas di dunia ini.

Atau Kau mencari seorang wanita kaya? Sehingga dengannya engkau tak perlu memikirkan persoalan ekonomi yang sulit nantinya? Sama seperti kecantikan duhai adikku, harta pun tak pernah abadi, ia bisa diambil Allah kapan saja, karena sejatinya harta yang dimilikinya bukanlah miliknya sesungguhnya, namun milik Allah semata. Lalu, apa yang akan terjadi jika esok Allah akan mengambil semua miliknya?

Mendapatkan seorang wanita yang mencintaimu karena fisikmu adalah hal yang biasa,
Mendapatkan seorang wanita yang mencintaimu karena kecerdasanmu adalah hal yang biasa.
Mendapatkan seorang wanita yang mencintaimu karena hartamu adalah hal yang biasa.

Namun, mendapatkan seorang wanita yang menerima fisikmu yang apa adanya adalah hal yang luar biasa.
Mendapatkan seorang wanita yang menerima ketidakcerdasanmu dalam beberapa hal adalah hal yang luar biasa
Mendapatkan seorang wanita yang menerima kekurangan materimu, dan bersedia memulai dari awal bersama mu adalah hal yang luar biasa.

Carilah seorang wanita dari segi akhlak dan agamanya..

Jika kau menemukannya suatu hari nanti, jangan ajak ia untuk berpacaran, karena pacaran tidak pernah ada dalam kamusnya, namun ajaklah ia menikah karena hanya itu solusi yang ada difikirannya. Dengan itu ia menilai sikapmu, keberanianmu, dan tanggungjawabmu..

Jangan pernah berusaha untuk menyentuhnya karena ia seorang yang tidak tersentuh, ia menjaga dirinya dari sentuhan yang bukan mahramnya, menjaga pandangannya dari apa-apa yang tidak halal baginya, menjaga suaranya sebagai tanda ia menarik garis tegas antaramu dan dia..

Karena ia melakukannya demi dirimu, calon pendampingnya kelak, siapapun dia, ia tidak peduli, karena yang paling penting baginya hanya akhlak dan agama yang dinilai, pangkat, harta dan jabatan tidak bernilai dimatanya.. Ia akan menerima jika engkau bukanlah seorang berpangkat tinggi, berharta banyak, dan memegang jabatan penting, dan ia akan bersyukur jika engkau memiliki salah satu dari tiga hal tersebut sebagai tambahan karunia Ilahi baginya, karena sekali lagi kukatakan akhlak dan agamamu lah yang dinilainya dan bukan segala hal yang kau miliki di dunia ini..

Wanita ini memiliki segala kesempurnaan, parasnya cantik karena selalu tertutupi oleh hijab ketakwaan, tak pernah sedikitpun ia rela jika sehelai rambutnya dilihat oleh yang bukan mahramnya, tak pernah sedikitpun ia rela jika setiap sudut lekuk tubuhnya dapat diamati dengan yang bukan mahramnya, karena ia begitu cantik, hingga Allah pun mencintainya..

Kecerdasannya luar biasa ia mampu menyelesaikan masalah dengan baik, menyikapi kehidupan dengan bijak, menyadari kesalahan dengan cepat. Ia akan mencintaimu dengan tulus, memahami sikapmu dengan baik, mematuhi perintahmu dengan ikhlas, dan mendidik anak-anakmu dengan luar biasa, kau tahu kenapa ia mampu melakukan semuanya? Karena ia punya buku petunjuk luar biasa ditangannya, yakni Quran dan Hadits..

Kekayaannya begitu melimpah, ia memiliki begitu banyak stok kesabaran ketika berusaha memahami sikapmu yang tidak disukainya, begitu banyak stok keikhlasan ketika hanya sedikit harta yang diterimanya darimu, begitu banyak stok kasih sayang ketika ia merawatmu dan anak-anakmu.. Ia rela tidak tidur hingga engkau memaafkan kesalahannya, ia rela menahan kantuknya hanya demi membukakan pintu dan membuatkan secangkir teh ketika engkau pulang larut, ia rela ketika hanya senyuman yang ia dapatkan dihari ulang tahunnya karena ia faham bahwa engkau telah berusaha menafkahinya dengan baik meski sedikit yang kau beri.

Kau tahu kenapa Ia Begitu “Sempurna” ? Karena Ia bidadari dunia yang Allah anugerahkan kepadamu, untuk engkau didik ia dengan cintamu, untuk engkau lindungi dengan kelembutan, untuk engkau cintai ia dengan sepenuh hatimu..

Namun, sayangnya wanita ini tidak begitu banyak diciptakan Allah, mereka bagai satu diantara seribu, mendapatkannya begitu sulit bagai mencari jarum ditumpukan jerami, untuk meraihnya kau pun harus melakukan usaha yang tidak sedikit dan mudah..

Syaratnya begitu banyak, namun tidak begitu sulit jika engkau ikhlas mengerjakannya.. Allah akan menganugerahimu satu diantara ribuan bidadari dunia ciptaanNya, hanya dengan akhlak dan agamamu sebagai harganya..

Karena kualitasnya begitu tinggi hingga engkau pun harus menyesuaikan kualitasmu agar setara dengannya, bukan kualitas fisik, harta dan kecerdasan, namun kualitas akhlak dan agamamu.. maka jika engkau ingin mendapatkan seorang bidadari dunia, mulailah perbaiki dirimu, tingkatkan akhlak dan imanmu sehingga kualitasmu akan setara dengannya, hingga Allah pun yakin untuk mempercayakan bidadari dunia tersebut kepadamu..

Namun, sekali lagi kuingatkan duhai adikku, luruskan niatmu untuk melakukannya demi Allah dan bukan demi mendapatkan bidadari duniaNya semata.. karena untuk mendapatkan cintanya kau harus memperoleh cintaNya terlebih dahulu..

Selamat Mencoba dan Berjuang, Kutunggu kabarmu mendapatkan bidadari dunia suatu hari nanti ..



Salam Cinta
Kakakmu

Maulida Hadry Sa'adillah
(Doakan semoga ia juga termasuk sebagai bidadari duniaNya)



Surat Cintaku Untukmu :)


(Catatan Lama, Terima Kasih Untuk Mereka Yang Tersirat Saya Sebutkan Disini) :)

21 Mei 2010,
Ketika diri ini dilanda dengan berbagai permasalahan dunia, hingga tangis pun tak bisa dibendung, berkali-kali diri ini mencoba untuk bangkit, namun sulit..
kesedihan menjadi nyanyian langkah keseharianku, senyum pun sulit untuk diukir..
Sujud panjang pun menjadi pelarian, sepertiga malamNya pun menjadi penantian, lembaran kalamNya pun menjadi peringanan..

“Allah, beri aku penawar..” bibir ini tak berhenti berucap hal yang sama..
mencoba melepaskan segala kegundahan dan kesedihan yang sedang menggelayuti hati dengan mengiba cinta padaNya..

DhuhaNya menjadi pengaduan, lagi.. air mata pun tak bisa dibendung..
Berat.. itu yang kurasa, permasalahan ini begitu menyita fikiran dan hati..
Lagi.. doa yang sama terucap “Allah.. beri aku penawar”

Dan penawar itu pun datang, lewat senyum tulus adik-adikku, lewat tawa ringan mereka, lewat pelukan hangat mereka, lewat pandangan cinta mereka, lewat perhatian mereka..
Aku terharu, sekian banyak dari mereka melihat kesedihan di wajah ini, meski berulang kali aku mencoba untuk tersenyum, meski berulang kali aku mencoba untuk tertawa, meski berulang kali aku berusaha untuk berkata “ kakak, baik-baik saja, sayang..”
Tapi tetap, diri polos mereka tak bisa dibohongi..

Dan Allah benar-benar tak pernah ingkar janji, penawar itu diberikan dalam hitungan menit, lewat sebuket bunga cinta mereka, lewat bingkisan cinta mereka, dan lewat surat cinta mereka, yang kutahu belakangan bahwa mereka menuliskannya bersama untukku, hanya untukku..

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Buat kakak tercinta..

Seorang wanita yang santun ucapannya juga perilakunya
Wajahnya bersinar beralaskan wudhu yang selalu membasahinya
Senyumnya bagai bulan sabit yang indah di kegelapan malam
Tutur lembutnya yang selalu mengajak kepada kebaikan

Dialah wanita yang selalu menjaga pandangannya
Yang menjadikan jihad kesehariannya, kebenaran andalannya
Zikir pelipur hatinya, ilmu senjatanya
Makrifat modal utamanya, dan shalat buah mata kesayangannya

Dia yang selalu hadir dengan sejuta keindahannya
Yang ditemani kebaikan dan juga duri kesalahan
Sebagai tanda ia tak sempurna
Karena dia juga makhluk biasa yang tak luput dari dosa

Wahai wanita cantik..

Selimut kabut tak pernah memudarkan cahaya senyummu
Hujan di hatimu tak membasahi wajah beningmu
Pesona Zahra dalam dirimu selalu terjaga sepanjang waktu
Dibalik ketegasan hijabmu terukir lembut qalbumu

Gugusan do’a dan harapan yang kau panjatkan
Menjadi benteng kesabaran dan keikhlasan
Hamparan samudera kasih dan cintamu
Melukis kekuatan dengan tulus memaafkan

Kau yang selalu mengajarkan bahwa..
Tidak ada kata “menyerah” tetapi hanya “pasrah”
Dengan usaha yang tak mudah dan tetap tawakkal kepada Allah

Uluran tanganmu yang menarik kami saat jatuh
Senyum tulusmu yang menghapus pilu kami
Ucapan dinginmu yang membakar semangat kami
Serta do’a tulusmu yang selalu menyertai kami

Semoga kasih dan cinta-Nya selalu tercurah untukmu

Al-Faris SMAN3 Medan (21 Mei 2010)


Terdiam.. yah, hanya itu yang dapat kulakukan, air mata haru pun menetes dengan deras, Rabbi.. betapa besarnya cintaMu kepadaku yang engkau titipkan lewat bidadari-bidadari kecilku..

Pelukan mereka menjadi penguatku, senyum mereka menjadi pelipurku, tawa mereka menjadi penghiburku, Rabbi.. betapa aku mencintai mereka..

Duhai cintaku..
Sesungguhnya aku tak layak menerima beribu cintamu
Karena terkadang aku terlupa memberikan perhatian kepadamu
Meski hanya lewat sebaris sms..

Duhai Bidadariku..
Jika saja kau tahu begitu berharganya kau dihatiku..
Senyum tulusmu mampu menghapus duka di wajahku
Tawa riangmu mampu menciptakan tawa di bibirku
Pelukan hangatmu mampu memberikan kekuatan diriku

Terima Kasih Cintaku..
Untuk untaian doa yang tidak pernah terlepas dari bibirmu
Untuk perhatian yang tak pernah luput darimu,
Untuk kehadiranmu di saat aku membutuhkanmu

Yaa Allah jika saja diri ini dapat meminta..
Kumohon yaa Rabbi..
Cintailah mereka, sepenuh cintaMu kepada kekasihMu..
Karena sungguh mereka telah mencintaiku sepenuh cinta mereka kepada orang terkasih mereka..

Berilah mereka kekuatanMu ketika mereka menghadapi masalah
Agar tak ada tetes air mata yang menetes dari mata indah mereka
Karena sungguh diri ini tak sanggup melihat bening itu menyelimuti wajah sucinya.

Jagalah mereka ketika aku tidak bisa lagi bersama mereka yaa Rabb..
Jagalah mereka ketika aku tidak bisa lagi mendekap erat mereka
Jagalah mereka ketika tangan ini tak mampu lagi menguatkan mereka
Jagalah mereka ketika senyum ini tak mampu menghapus duka mereka
Jagalah mereka ketika kata-kata ini tak mampu lagi menyemangati mereka
Karena sungguh PenjagaanMu adalah sebaik-baiknya penjagaan.

Yaa Rabbi..
Sungguh mereka adalah permataku
Kumohon yaa Rabbi, kumohon dengat sangat..
Cintailah mereka yaa Rabb..
Cintailah mereka yaa Rabb
Cintailah mereka yaa Rabb
Karena ketika mereka memilikiMu, mereka tidak butuh apapun di dunia ini..

Yaa Rahman..
Jadikanlah kata “Cukuplah Allah bagiku” menjadi penguat langkah mereka
Jadikanlah kata “ Ikhtiar” menjadi dasar usaha mereka
Jadikanlah kata “ Tawakkal” menjadi akhir perjuangan mereka
Karena sungguh, kulihat jelas di mata mereka, mental muslim sejati telah terpatri rapi disana..

Yaa Rahim
Sesungguhnya Engkaulah pemilik mereka..
Kumohon yaa Rahman..
Kumohon dengan sangat..
Kelak masukkan lah mereka kedalam barisan shaf RasulMu
Jadikanlah mereka orang-orang pilihan yang dapat meneguk manisnya telaga kautsarMu
Haramkanlah tubuh mereka dari neraka jahannamMu
Mudahkanlah mereka melewati shiratul mustaqimMu
Berikanlah catatan hidup mereka lewat tangan kanannya
Beratkanlah mizan kebaikan mereka
Tutupilah aib mereka di dunia dan akhirat kelak
Masukkan lah mereka kedalam surgaMu dari berbagai pintu kesukaan mereka
Izinkanlah mereka melihatMu karena sesungguhnya kenikmatan terbesar adalah ketika seorang hamba dapat menemui Rabbnya..
Dan kelak satukanlah kami di JannahMu yaa Rahman..
Pertemukanlah kami kembali dengan RahmatMu yang melimpah
Dan jadikanlah kami penguat antara yang satu dengan yang lain ketika kami lemah

Ameen Yaa Rahman..
Ameen Yaa Rahim.
Perkenankanlah doaku yaa Rabbi..

Kepada adikku..
Doa ini tak akan pernah berhenti disini, karena ketahuilah bahwa kau selalu berada di hatiku, tidak pernah terhapus bahkan terganti..
Tidak hari ini atau pun besok..

Adikku, kalian adalah permata indah yang Allah titipkan untuk kubimbing dengan baik, untuk kusayangi dan kucintai sepenuh hati, karena sungguh kalian adalah permata indah yang tersembunyi, yang harus digali lebih dalam agar dapat dilihat keindahan sinarnya..

Adikku, kalian adalah generasi Rabbani yang kelak akan kutempah dengan keras, agar mentalmu sekuat Khalid Bin Walid, Sehebat Ali bin Abi thalib

Adikku kalian adalah muslimah cerminan ummat, yang harus kuperlakukan dengan lembut, agar kau dapat sedermawan Khadijah, selembut Fatimah, secantik Zulaikha..

Adikku kalian adalah simbol kebangkitan islam, yang harus kudidik dengan ilmuNya, agar kelak kau dapat secerdas Aisyah, seberani Summayyah..

Adikku, kalian adalah wanita akhir zaman, yang harus kujaga dengan baik, yang harus kurawat dengan lembut, karena kau-lah yang akan mengubah dunia, lewat kecerdasaanmu, lewat senyum tulusmu, lewat sentuhan tanganmu, lewat tutur bicaramu, lewat kelembutan jiwamu, lewat ketegasan hijabmu..

Maka, kumohon duhai cintaku..
Tetaplah disini, bersama kita merajut mimpi indah itu, bersama kita melangkah di jalan ini, jalan yang tak akan pernah sepi dari onak dan duri, kita mungkin akan berlari , namun kita mungkin juga akan tertatih dalam menapakinya, maka dari itu, kuatkan jiwamu, kuatkan hatimu, dan kuatkan imanmu, agar kau tetap berada di barisan ini, agar langkahmu tidak tertinggal, karena sungguh aku membutuhkanmu disini, hari ini juga esok..

Salam cintaku
Bumi Allah, 22 Mei 2010

Maulida Hadry Sa’adillah Lie


My Dreams


(Catatan Lama dari Lembar Usang Perjuangan)

Sejenak, melepas fikir, merenung, seolah menahan waktu untuk menyadari setiap langkah yang telah kuambil. Tinta hitam itu kembali digoreskan, dan mulai permanen di hati.. Yaa Allah, terima kasih untuk mengabulkan doa-doaku, dengan "menutup" hati ini, menghilangkan kekecewaan, dan memberikan aku keikhlasan untuk melepas segala mimpi yang tak dapat kucapai. Hingga tak ada setitik air mata pun yang menetes, tak ada sebersit pun kekecewaan di hati, tidak ada sedikit pun penyesalan tersirat, yang ada hanya keyakinan bahwa Allah telah mempersiapkan yang terbaik untukku, Jika Tidak Hari Ini Mungkin Besok..

Yah, I Deserve Nothing But The Best , dan hanya Allah lah yang mengetahui apa yang terbaik untukku, Jika Tidak Hari Ini Mungkin Besok..

Langkah ini masih panjang, masih banyak hal yang harus kulalui, di depan sana terbentang begitu banyak cobaan dan rintangan, yang mau tidak mau memang harus kulalui, yah harus.. Dan kegagalan-kegagalan hari ini menjadi sebuah titik kulminasi untuk perubahan, perubahan menjadi yang lebih baik kedepan. sebagai titik kulminasi untuk menjadi lebih kuat lagi dalam mengatasi masalah dan tetap teguh dan berusaha dalam meraih mimpi-mimpi yang masih semu ini, baik mimpi-mimpi yang masih berupa sketsa di fikiran ataupun mimpi-mimpi yang sudah tertuang kedalam tulisan.

Ketika satu mimpi pupus maka mimpi-mimpi lain pun lahir, membentuk suatu semangat baru bernama Hidup. Menggoreskan tinta baru di hati, menjalin mimpi diatas sketsa kertas putih, yang suatu hari aku yakin tak akan lagi hanya berupa coretan namun berupa prestasi konkret yang cemerlang.

Hari ini biarlah mimpi-mimpi itu hanya sekedar sebuah coretan tinta hitam diatas kertas putih, namun suatu hari coretan-coretan itulah yang akan membawaku menjadi seorang yang luar biasa. Menggantikan gadis biasa berumur dua puluh tahun hari ini dengan seorang muslimah cerdas dengan sayap yang melebar keseluruh dunia. Biarlah mereka mengatakan ini hanya mimpi yang mustahil untuk terwujud, dan aku pun tak akan peduli, karena aku memiliki Allah, yah, HasbiyAllah, cukuplah Allah bagiku. Aku tak perlu siapa atau apa pun di sisi selama Allah menyertai setiap langkah yang kuambil.
Air mata ini tak akan pernah menetes untuk setiap mimpi yang belum kuraih, yah belum, karena selama nyawa masih di jasad, aku pun tak akan pernah berhenti untuk meraih mimpi-mimpi yang belum kuraih hari ini.Tidak Akan Pernah Berhenti..

I can almost see it
That dream I am dreaming
But there's a voice inside my head saying
"You'll never reach it"
Every step I'm taking
Every move I make feels
Lost with no direction
My faith is shaking
BUT I GOTTA KEEP TRYING
Gotta keep my head held high
There's always gonna be another mountain
I'm always gonna wanna make it move
Always gonna be a uphill battle
Sometimes I'm gonna have to lose
AIN'T ABOUT HOW FAST I GET THERE
Ain't about what's waiting on the other side
It's the climb
The struggles I'm facing
The chances I'm taking
Sometimes might knock me down
BUT NO, IM NOT BREAKING
I may not know it
But these are the moments that
I'm gonna remember most, yeah
Just gotta keep going
AND I, I GOT TO BE STRONG
Just keep pushing on
Keep on moving, keep climbing
Keep the faith, baby
It's all about, it's all about the climb
KEEP THE FAITH, KEEP YOUR FAITH
(Miley Cyrus, The Climb)

Ketika diri ini gagal dalam mencapai sesuatu dan ketika itu juga kekuatan baru itu lahir, kekuatan dan keyakinan yang kudapat dari lembaran kalamNya, dari nikmat sujud panjang malamNya.. Yah, lewat lembar-lembar suci itulah Ia menjawab semua kegundahan dan kesedihan hati "Asaabakum ghamman-bighammin-likailaa tahzanuu 'alaa maa faa takum walaa maa a shaa bakum". Allah menimpakan padamu kesedihan atas kesedihan,supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput daripada kamu dan terhadap apa yang menimpakamu. (Ali Imran:153)

Ketika ketakutanku akan kehilanganNya, Ia menjawab lagi lewat lembar kalam yang kubaca "Maa wadda 'aka rabbuka wamaa qalaa".Tuhanmu tidak meninggalkan kamu dan tidak pula benci kepadamu".( Ad Dhuha :3)

Ketika keputusasaan menghinggapi diri dan mulai memupuskan harapan, lewat lembar kalamNya Ia pun menguatkan " Fa Inna Ma'al Ushri yusro" sesungguhnya setelah kesusahan itu ada kemudahan (Al-Insyirah : 5)

Allahu Robbi..
Terima kasih untuk mimpi-mimpi yang gagal terwujud sehingga aku semakin yakin bahwa Engkau telah menyiapkan yang terbaik untukku, jika tidak hari ini mungkin besok.
Terima kasih untuk menunda mimpi-mimpiku, sehingga menempah kesabaranku untuk tetap berusaha..

Allah jika mimpi-mimpi yang gagal dan tertunda ini membawaku semakin dekat denganMu, semakin membuatku mencintaiMu, semakin membuatku bersabar atas segala ketentuanMu, biarlah, biarlah ia tetap seperti ini, karena bukan dunia yang ingin kuraih tapi akhiratMu yaa Rabbi "I'lamuu annamal hayaa tuddun-yaa la 'ibun".Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah suatu permainan. (S. Al Hadiid :20)

Tetaplah disini yaa Rabbi, tetaplah menguatkan hambaMu yang lemah ini, tetaplah mencintai hambaMu yang hina ini, meski tak layak, namun izinkanlah diri ini mencintaiMu, izinkanlah hanya Engkau yang ada dihati, izinkanlah hanya kekuataanMu yang membuatku tetap berdiri disini, izinkanlah hanya cintaMu yang mengisi tiap relung hati dan fikiran ini..

HASBIYALLAH, ALLAH IS ENOUGH FOR ME

Bumi Allah
7 Rajab 1431 H / 19 Juni 2010

Maulida Hadry Sa'adillah...

"Bermimpilah, Maka Tuhan Akan Memeluk Mimpimu" (Ayahanda Arai)

Aku Merindukanmu Malam Ini


(Old Note hasil mutasi dari Account Facebook, LAGI)

Ketika merapikan isi hard disk 250 gb yang sangat berantakan dengan file-file dan folder-folder yang tidak jelas bentuk dan jenisnya, hingga sering saya kesulitan mencari data-data penting dan walhasil harus mengobrak-abrik isinya selama minimal satu jam. Mata ini tertuju ke belasan folder-folder berupa foto-foto keluarga selama 3 tahun belakangan ini..

Ada banyak kenangan disana, ada banyak kisah disana, potret itu mengabadikan momen-momen yang bahkan telah tersapu bersih dari memori otak ini.. menceritakan begitu banyak fakta yang tak pernah terucap oleh lisan. Mematri semua peristiwa yang sangat berharga..

Mencoba mengurutkan semua foto berdasarkan tahun, hanya sedikit yang kudapatkan, ntah karena memang keluarga kita yang tidak suka berfoto atau memang karena begitu jarang waktu yang kita habiskan bersama..
3,5 tahun berpisah dengan kedua kakak yang luar biasa membuat diri ini tumbuh cepat lebih dewasa dalam berfikir, karena peran dan fungsi serta posisi yang seperti anak sulung dirumah dengan si bungsu Fattah yang luar biasa manja..

Malam ini, aku terus menatap layar monitor yang menampilkan foto-foto kita 3 tahun belakangan ini, layaknya proyektor yang memutar ulang film-film lama, begitu lah diri ini berusaha menyelami setiap ingatan yang masih tertinggal di sudut memoriku..

Benar-benar luar biasa rasa ini, perasaan senang, haru, sedih, lucu, rindu bercampur jadi satu..
Potret-potret ini begitu banyak menceritakan banyak hal, mulai dari Mbak Dian yang masih langsing dan kurus dengan berat badannya yang hanya 45 kg 2 tahun lalu, hingga lebaran kemarin yang menampilkan tubuhnya yang semakin menggembung, haha.. heran biasanya kalau ngekos berat badan makin kurang ini malah kebalikannya, pantas ibu sering bolak-balik ke ATM buat transfer uang tambahan, wong semua uang buat jajan, ckckckck.. Tapi tak apa lah kalau makanan-makanan itu bisa membuat mbak dian lebih pintar karena suplai protein yang masuk ke otak sangat cukup.. haha

Potret itu pun tak luput menceritakan tentang Cici, kakakku yang kedua, foto-foto itu sedikit berubah, dua tahun lalu sebelum dia menginjakkan kaki di bumi Riau, wajahnya masih putih, mulus dan bercahaya, namun sekarang kulihat wajahnya sedikit kusam, ketika kutanya katanya air Riau yang berminyak membuat kulitnya hitam dan kusam, namun tetap dua lesung pipi di wajahnya tetap ada, ia tak kehilangan kecantikannya..

Malam ini AKU MERINDUKAN KALIAN..


aku rindu dengan waktu-waktu yang kita lewatkan bersama
aku rindu dengan diskusi-diskusi agama dan politik kita di meja makan
aku rindu dengan pertengkaran-pertengkaran yang semakin membuat kita akrab
aku rindu dengan candaan ketika kita belajar bersama tiap malam
aku rindu dengan kejahilan kita ketika berusaha mencuri-curi menonton tv ketika malam belajar..
aku rindu ketika kita bergadang hanya untuk menonton film-film horor dan korea kesukaan kita..
aku rindu mendengar suara kalian secara langsung bukan melalui saluran telepon..
aku rindu dengan masa-masa ketika kita membuat kue lebaran bersama..
aku rindu ketika kita berbahasa arab dirumah ketika kita merahasiakan sesuatu dari ibu dan papa
aku rindu kalian..
aku ingin kembali ke masa-masa dimana kita selalu bersama, rindu bertukaran pakaian, rindu dengan tawa kalian, rindu dengan tindakan-tindakan konyol yang sering kita buat ketika mati lampu, rindu dengan nasehat-nasehat kalian, rindu dengan pelukan kalian, rindu dengan elusan halus di kepalaku, rindu akan kehadiran kalian di rumah malam ini, rindu sekali, rumah ini terasa begitu besar dan kosong tanpa kalian berdua, dua kamar di atas bertahun-tahun kosong tak berpenghuni, lemari-lemari di atas kosong tanpa pakaian-pakaian kalian.. aku rindu melihatnya terisi kembali..
waktu kosong lebih banyak kuhabiskan didepan layar komputer, membaca 3-4 buku setiap hari, menatap layar HP yang tak seorang pun kutunggu pesan dan telponnya, namun tiga kegiatan itu selalu sukses membunuh rasa bosan dan kesepian jika aku sendiri dirumah..

AKU SANGAT-SANGAT MERINDUKAN KALIAN..

Semoga Allah melancarkan studi mbak dian dan cici disana, dan kita kembali berkumpul bersama di rumah kita yang sederhana ini, meski tak mewah namun rumah ini bagai istana bagi kita karena rumah ini lah tempat kita berbagi cerita, tertawa, menangis, bertengkar, bercanda, semuanya..

Untuk Mbak Dian ku, kau tahu bahwa kita selalu satu fikiran, satu rasa, satu pendapat, dari hal serius sampai candaan pun kita selalu sama, engkaulah yang paling memahamiku, memotivasi diriku ketika ku jatuh, engkau lah satu-satunya yang memuji ku ketika semua orang menghina pilihan-pilihanku, engkau lah yang membuatku bangkit ketika aku dalam keterpurukan empat tahun lalu, engkau lah yang selalu mengatakan bahwa pilihan yang kupilih empat tahun lalu tidak lah salah, ketika semua orang tidak menyetujuinya, ketika semua orang mempertanyakan "Mengapa?", hanya engkau yang merangkul ku dan berkata "Tidak apa-apa", dan hari ini kau lihat adikmu, menatap masa depannya dengan mantap dan cerah karena benar pilihannya empat tahun lalu, pilihan yang semua orang menentangnya, membawanya melaju pesat dengan prestasi-prestasi yang tak akan dia dapat jika dia tidak memilih pilihannya itu empat tahun lalu..
Nasehat yang sering kau selipkan dalam candaanmu, membuatku lebih mudah menerimanya karena kau tau betul watak ku yang sulit dikritik, kelihaianku dalam berkata-kata pun mampu kau patahkan hanya dengan candaanmu yang lucu namun sarat makna dan nasehat..
Kecerdasanmu yang brilian terkadang membuatku iri, karena prestasi-prestasi akademik mu dulu yang begitu cemerlang dan selalu aku berada di bawahmu meski aku pun mendapat prestasi-prestasi itu tapi tetap aku selalu merasa tetap dibawah mu.. karena bagiku kecerdasanmu luar biasa..
aku sangat-sangat merindukanmu, cepatlah lulus, tamatkan kedokteranmu segera, luluslah dengan nilai cumlaude hingga ibu dan papa bangga menatap mu tahun depan mengenakan toga dan bergelar dokter..

Untuk Cici Ku : kau tau kita memang tak pernah sepaham, tak pernah sepikiran, tak pernah sependapat.. 5 menit bercanda, 5 menit tertawa, lalu 5 menit kemudian kita akan bertengkar..
tapi kau tau, kau selalu kurindukan, senyummu tak pernah hilang dari ingatanku, suaramu yang lembut, gerakanmu yang halus dan lambat yang sering membuatku kesal malam ini sangat kurindukan..
aku ingat kau sangat menjaga dan merawat aku dan fattah dengan baik ketika kita dititipkan di Binjai demi ibu yang menyelesaikan master di luar, papa yang sibuk dengan dinas dan mbak dian yang sedang mondok di pesantren. kau tahu, aku ini pelupa, banyak memori-memori masa kecil yang terhapus dari ingatanku, tapi memori ketika kau mengajarkanku banyak hal ketika kita masih kecil, sikapmu yang dewasa meski umurmu masih 11 tahun ketika itu, engkau mengayomi kami layaknya si sulung yang menjaga adik-adiknya.. kau yang selalu mengajak aku dan fattah shalat tahajud, menjadi imam setiap sholat dengan doa-doa yang aneh-aneh yang selalu membuatku tertawa jika mengingatnya.. kau yang mengajariku berdagang sejak umur 10 tahun, bakat sales ku hari ini mungkin adalah tempahan mu 10 tahun lalu, haha..
ide-ide nekat yang sering kau praktekkan, membuat aku dan fattah punya beribu pengalaman berpetualang dan sporing haha, suatu saat akan kuceritakan kepada anak-anakku, dan aku senang karena setidaknya aku punya begitu banyak pengalaman yang bisa memberi pelajaran untuk anak-anak kelak..
Masa-masa kecil kita ingin sebagian kuhapus dari memori otak ini, tapi tak bisa, karena pada masa-masa itu aku menghabiskan banyak waktu bersama mu dan si kecil fattah, masa-masa itulah yang mendidikku menjadi mandiri dan dewasa seperti sekarang ini, masa-masa itulah yang membuatku mudah dalam menyelesaikan masalah sendiri tanpa bantuan orang lain, masa-masa itulah yang membuatku bersyukur karena telah memiliki hidup yang bahagia seperti sekarang ini..
Aku sangat-sangat merindukanmu Ci, cepatlah tamatkan studimu, luluslah dengan cumlaude agar ibu dan papa bangga menatap mu mengenakan toga dan bergelar psikolog.

Aku benar-benar beryukur memiliki dua orang kakak yang luar biasa cerdas dan sholehah, prestasi-prestasi yang begitu banyak kalian ukir, menjadi motivasi buatku untuk mengukir hal yang sama, menandingi piagam-piagam penghargaan ibu dan papa.. hari ini mari kita azzamkan diri untuk mengukir prestasi-prestasi luar biasa yang bisa membuat ibu dan papa bangga, yang tidak akan merendahkan derajat kita di mata pasangan hidup kita kelak, yang membuat setiap orang yang mencintai kita bangga telah mengenal dan memiliki kita, dan yang paling utama mengangkat derajat kita disisi Allah dan semakin dicintai olehNya, ameen yaa Rahman..

Tugas kita masih belum selesai disini, ada Fattah, adik kita, si bungsu yang masih memerlukan bimbingan dari kakak-kakaknya.. Ia masih gamang dan belum menemukan jalannya, bantulah ia menemukannya, dan jangan biarkan ia mencari sendiri, karena dia layak mendapat yang terbaik..

Uhibukunna Fillah,
I love you for the sake of Allah
 My Prays will always be with you all
 Malam hari di bumi Allah, Medan
21 Rajab 1431 H / 03 Juli 2010 M