Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Wednesday, May 15, 2013

Remembering Allah Means...




Remembering Allah does not mean you would
pray on time and do lots of Dhikr for Allah
while ignoring other aspects of life.


Remembering Allah means you are happy
with whatever Allah has blessed you- no
matter how much something cuts your heart
like knife.

Remembering Allah means when your heart
cries, you know Allah is going to make you
smile soon.

Remembering Allah means when the duniya
tries to shatter you and you always face those
carefully saving you from the atmosphere of
doom.

Remembering Allah means you believe the
pain that you got is soon going to be
replaced with something better by Allah
which would make you so much happier.

Remembering Allah means no matter how
worse situations become- the best news of
being with all those people and things you
love without any pain is near.

Remembering Allah means you can see in
your heart the most perfect place Jannah
where perfectness is defined by happiness.

Remembering Allah means you know what
you lost, you are soon going to find it with
nothing less.

Remembering Allah means believing with
patience that this "soon" is the Jannah where
all your tears would come back to you smiling.


Remembering Allah means you know the land
of eternal brightness- a place of happiness
which all your beautiful sacrifices and
patience are going to bring.

Remembering Allah means no matter how
many times your dreams break into pieces,
you would always be thankful toward Him
with strong faith.

Remembering Allah means separating the
Haram from Halal so that the only barrier that
would come between you and your paradise
is death.

* So when you want something and you get
it, you should remember Allah in this way.

* and when you don't get it you should still
remember Allah thanking Him all the time of
night and day.

Zb.

Thursday, March 28, 2013

Tips Mengajar English Conversation

Bismillahirrahmanirrahim...

Kali ini saya akan membagikan tips mengajar english conversation, tips ini berdasarkan pengalaman saya mengajar english conversation selama 4 tahun baik di institusi maupun private dan beberapa referensi artikel oleh native speaker yang mengajar english conversation di overseas. Mengajar conversation mungkin sedikit lebih sulit daripada mengajarkan grammar kepada murid-murid anda. Anda biasanya hanya membutuhkan text books atau memberi exercise tests kepada murid anda untuk mengajarkan grammar kepada mereka. Berbeda dengan conversation, anda selain dituntut dapat berbahasa inggris dengan lancar layaknya native speaker, juga harus mempunyai banyak inovasi agar membuat murid-murid anda berani berbicara bahasa inggris tidak hanya sepatah dua patah kata namun juga fasih.


Tips 1 : Motivation
Hal pertama yang anda lakukan sebelum memulai mengajarkan mereka english conversation terlebih dahulu memotivasi mereka. Ini adalah "ritual" yang selalu saya gunakan setiap kali saya memulai kelas di setiap pertemuan, artinya tidak hanya dipertemuan pertama namun juga di pertemuan kedua, ketiga bahkan hingga pertemuan akhir. Mengapa motivasi sangat penting? Karena pada dasarnya mereka yang ingin belajar english conversation kebanyakan merasa minder dengan kemampuan bahasa inggris mereka. Mereka takut salah meletakkan grammar pada saat berbicara, mereka takut salah dalam pengucapan, intinya mereka malu, minder dan sangat tidak percaya diri dengan kemampuan bahasa inggris mereka, meski mungkin bisa jadi sebagian dari mereka sangat jago dalam hal grammar.

Motivasi mereka dengan meyakinkan mereka bahwa bahasa inggris sangat mudah, minta mereka terus mengulangi kata-kata "English Is Easy". Hal ini akan membantu mereka untuk percaya diri karena kata-kata ini telah terbenam di alam bawah sadar mereka. Saya bahkan selalu meminta murid saya untuk mengulangi kata-kata tersebut setiap hari didepan cermin, cara ini selalu efektif, dan pada pertemuan ketiga biasanya semua murid saya sudah tidak minder dan berani berbicara bahasa inggris meski grammar dan pronunciationnya masih tidak sesuai.


Tips 2 : Change Your Teaching Method
Ajarlah mereka dengan sistem yang tidak biasa. Trobos sistem membosankan yang membuat murid anda menghabiskan waktu lebih ke tata letak grammar. Ini adalah masalah yang paling sering dihadapi oleh kebanyakan orang Indonesia, sistem pendidikan di Indonesia yang diajarkan di sekolah-sekolah lebih mengedepankan sistem pengajaran konvensional. Sistem ini lebih berpusat pada teori dan terlalu text book. Contoh dalam penggunaan tenses, siswa di Indonesia dituntut untuk dapat menguasai 16 rumus tenses dengan formula yang memusingkan, walhasil bahasa inggris seperti momok menakutkan selevel dengan kalkulus. 

Padahal cara cepat agar siswa menyukai bahasa inggris adalah dengan menyuruh mereka mempraktekkannya secara langsung dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Salah satu cara yang saya sukai untuk mengajar anak-anak usia sekolah dasar adalah dengan menggunakan gambar, warna, dan dengan menunjukkan benda-benda tersebut secara langsung dihadapan mereka tanpa menyebutkan nama-nama tersebut dalam bahasa Indonesia. Metode ini saya adopsi dari metode pembelajaran yang diajarkan di pesantren saya. Guru saya tidak pernah menuliskan diatas papan seperti book adalah buku. Mereka langsung membawa buku dihadapan kami, dan meminta kami mengulangi kata "book" berkali-kali sambil mengangkat buku tersebut. Cara ini efektif, buktinya dalam waktu 6 bulan saya dan teman-teman dapat lancar berbahasa inggris dan bahasa arab. Dan tidak jarang kami belajar diluar jika topik yang dibahas berkaitan dengan keadaan diluar, contoh kami akan dibawa ke taman untuk mengenalkan tumbuh-tumbuhan, benda-benda dan binatang-binatang yang dapat kami temui disana. 

Jika murid yang anda ajarkan usianya diatas 15 keatas, anda dapat memulainya dengan menanyakan kegemaran atau interest mereka. Contoh saya pernah mengajar lima orang dokter yang sedang menjalani resident nya di rumah sakit negara. Usia mereka rata-rata 20 tahun lebih tua dari saya, maka hal yang saya lakukan adalah dengan membaca beberapa artikel kedokteran di internet dan membawa beberapa topik untuk dibahas bersama mereka. Hasilnya mereka sangat antusias, selain saya juga mendapat pengetahuan baru dan bahkan tidak jarang saya mendapat konsultasi gratis dari mereka, hal ini juga membantu menaikkan kepercayaan diri mereka, karena yang dibahas adalah bidang yang sangat mereka kuasai. Untuk Vocabulary  Building mereka saya beri 5 kosa kata baru yang berkaitan dengan kedokteran. 

Untuk usia keatas saya lebih sering memberi sedikit vocabulary dibanding anak-anak usia bawah. Karena kemampuan otak menangkap dan mengingat hal baru yang lebih rendah dibanding anak-anak, saya juga mempertimbangkan waktu yang mereka punya, biasanya usia diatas 20 tahun mempunyai kesibukan yang menyita banyak waktu, sehingga agar mereka tidak merasa terbebani dengan task yang saya beri, saya biasanya akan memberi beberapa limit. Namun, tidak jarang saya memberi 10 kosa kata perminggu untuk dihapal kepada murid saya yang usianya 20 ke atas dengan pertimbangan jika dia mahasiswa dan mempunyai kemampuan otak yang cepat menangkap hal baru.

Selain hal tersebut, saya tidak jarang menggunakan film sebagai media pembelajaran, biasanya saya akan memilih 3 jenis film dari Amerika, Inggris dan Australia. Selain menonton film menyenangkan dan membuat belajar menjadi tidak monoton, hal ini juga saya lakukan untuk mengenalkan kepada murid-murid saya perbedaan aksen dari ketiga negara tersebut dan membiasakan mereka mendengar bahasa inggris langsung dari native-nya. Selain itu saya juga menset english sebagai subtitle film, tujuannya adalah membuat mereka mengetahui pronunciation yang sebenarnya. Contoh kata Pious biasanya dibaca murid saya  "Piaus" dan ketika mereka menonton film dan mendengar aktor di film menyebut Pious "Payes" mereka menjadi tahu pronunciation yang benar.

Saya juga selalu mewajibkan murid-murid saya untuk berkomunikasi dengan bahasa inggris dengan saya baik melalui media sosial maupun bertemu langsung diluar kelas, bahkan terkadang saya mewajibkan mereka untuk selalu berkomunikasi bahasa inggris antar sesama mereka dimanapun mereka bertemu. Tujuannya tidak lain untuk membiasakan mereka berkomunikasi menggunakan bahasa inggris.

Jika anda mempunyai teman native, anda bisa meminta bantuannya melalui media online yang dapat anda gunakan. Saya sering meminta bantuan kepada teman saya di New York dan beberapa teman saya di Australia untuk berbicara langsung dengan murid-murid saya via Skype. Cara ini membantu murid-murid anda untuk meningkatkan listening dan kepercayaan diri mereka untuk berbicara bahasa inggris di depan orang asing.

Biasanya setelah pertemuan hampir berakhir saya akan membawa murid-murid ke tempat wisata terdekat di provinsi saya yang sering dikunjungi turis mancanegara. Contoh saya membawa mereka ke Bukit Lawang dan sesampainya disana saya memberikan task kepada mereka seperti mewawancarai beberapa turis asing, menuliskan hasil wawancara mereka dan mengambil foto bersama sebagai bukti dan sekaligus sebagai kenang-kenangan bagi mereka personal. Mereka saya bekali dengan beberapa cindera mata asli provinsi seperti gantungan kunci dari kayu untuk dijadikan sebagai souvenir sebagai ucapan terima kasih kepada turis yang bersedia di wawancara. Selain cara ini efektif meningkatkan kemampuan bahasa inggris mereka, cara ini juga dapat menambah pengalaman dan memberikan kenangan tersendiri bagi murid-murid anda. 


Tips 3 : Talk Less and Listen More
Mengajar english conversation tidak membuat anda berbicara lebih banyak dikelas seperti mengajar pelajaran lainnya. Karena yang membutuhkan berbicara banyak itu adalah murid anda dan bukan anda sebagai pengajar. Bukan berarti anda harus diam selama kelas berlangsung. Namun, berbicaralah sedikit dan biarkan murid anda yang berbicara lebih banyak. Itulah sebabnya mengapa saya hanya akan membuka kelas jika ada minimal 4 atau 5 murid dalam 1 kelas, karena saya ingin murid-murid saya berinteraksi satu sama lain dan lebih percaya diri dalam berbicara bahasa inggris dihadapan orang lain. Anda boleh berbicara banyak sesekali karena murid anda biasanya senang mendengarkan guru mereka berbicara bahasa inggris dengan lancar, namun jangan terlalu sering. Anda boleh masuk ke percakapan mereka dengan memberi beberapa pertanyaan atas percakapan yang mereka bicarakan, tunjukkan antusias anda terhadap topik yang mereka perbincangkan. 

Contoh salah satu murid saya mempunyai suatu side job di bagian pertanian, ketika dia berbicara masalah okulasi tanaman yang dia lakukan, saya menanyakan beberapa hal mengenai okulasi dan dia menjawabnya sangat antusias dan bersemangat meski bahasa inggrisnya masih tersendat dan sering kesulitan di pemilihan kosa kata, biasanya saya akan membantunya menemukan kosa kata yang cocok dipakai.

Jika percakapan tersebut ditanggapi antusias oleh murid lainnya anda tidak perlu terlalu intens masuk ke percakapan mereka, anda cukup mendengar seksama sambil sesekali mencatat kesalahan yang anda anggap sangat perlu diperbaiki. Biarkan mereka berbicara dan anda mendengar dengan baik.


Tips 4 : Stop Being Grammatical Error Police
Berhentilah terus-terusan memperbaiki grammar mereka setiap kali mereka berbicara, bukan berarti anda tidak boleh memperbaikinya, anda diwajibkan untuk memperbaikinya namun jangan semua grammatical error, catat kesalahan mereka dan highlight kesalahan besar yang menurut anda paling krusial untuk diperbaiki dan tinggalkan yang minor. Karena jika anda terus-terusan memperbaiki grammar mereka akan menurunkan kepercayaan diri mereka, dan sebaliknya bukannya anda membuat mereka bisa berbahasa inggris dengan lancar anda malah membuat mereka takut berbahasa inggris.

Pada saat SMA kelas 3 saya mempunyai guru dari Amerika yang sangat dekat dengan saya seperti sahabat dan sampai sekarang masih menjadi sahabat saya. Selama saya berbicara dengannya dia tidak pernah memperbaiki satu pun kata-kata saya, hingga memasuki bulan keenam pertemanan kami, dia mulai mengoreksi sedikit-sedikit grammar dan pronunciation saya, setelah saya bertanya ternyata dia melakukan hal tersebut agar saya tetap berani untuk berbicara bahasa inggris. Jika dia memperbaiki dari awal dia yakin saya tidak akan mau lagi berbahasa inggris dengannya.

Dari hal itulah saya belajar untuk tidak terlalu sering memperbaiki kesalahan grammar murid-murid saya apalagi di awal pertemuan, namun setelah lewat beberapa pertemuan dan kami sudah mulai akrab saya biasanya sudah sedikit mulai intens memperbaiki grammar dan pronunciation mereka meski tidak juga terlalu sering. Dan hasilnya mereka lebih mudah menerima dan langsung memperbaikinya tanpa merasa minder, karena kepercayaan diri mereka telah terbangun.


Tips 5 : Praise and Give Them Award
Murid anda akan lebih percaya diri jika anda tidak pelit memberikan mereka pujian setiap mereka berhasil menyelesaikan suatu task yang anda berikan. Saya sering memberikan pujian kepada murid-murid saya disetiap mereka membuat kemajuan dan menyelesaikan task yang saya berikan. Biasanya jika anda memberi mereka pujian terlebih dahulu lalu memperbaiki kesalahan mereka dengan halus mereka akan menerimanya sebagai bentuk dorongan anda atas kebaikan dan keberhasilan mereka kedepannya. Contoh pujian yang saya berikan biasanya seperti ini :

"Untuk A, kamu sudah sangat bagus dalam menempatkan kata-kata, sudah sedikit lancar dan fasih, nah tapi ada yang kurang, yaitu pronunciation kamu yang agak kurang tepat, kalau kamu mengasah sedikit saja kamu akan bisa berbahasa inggris dengan sangat brillian"

Pujian diselingi dengan koreksi kesalahan mereka akan mudah diterima daripada anda langsung menjudge atau mengurai kekurangan mereka.

Jangan ragu untuk memberikan mereka award. Memberi award kepada murid anda membantu mereka untuk lebih bersemangat mengerjakan task yang anda beri, dan lebih berusaha untuk membuat progress. Biasanya saya selalu memberi award bagi murid saya yang mendapat poin paling banyak di akhir pertemuan nanti, siapa saja mempunyai kesempatan mendapatkan award selama mereka dapat mengumpulkan poin yang banyak. Dan saya juga biasanya selalu memberi award khusus untuk murid dengan level kemampuan bahasa inggris yang paling rendah. Hal ini saya lakukan agar dia lebih bersemangat mengejar ketinggalan dan tidak merasa minder dengan murid yang lain yang jauh lebih bagus. Award yang saya berikan tidak pernah cuma-cuma, saya selalu memberikan task yang harus diselesaikan agar dia dapat menerima award tersebut. Contoh, saya akan memberi buku/novel yang saya beli dari luar negeri baik secara langsung maupun dari shipping, dan biasanya price tagnya tidak saya cabut, bukannya untuk show off namun untuk menjadi bukti bahwa dia mendapat award dari luar negeri bukan award sembarangan yang bisa didapat di Indonesia. Cara ini selalu berhasil membuat murid saya dengan level kemampuan bahasa inggris paling rendah lebih bersemangat, lebih termotivasi dan tidak minder lagi karena dia juga merasa spesial meski kemampuan bahasa inggrisnya tidak seperti murid lainnya.

Dan inilah beberapa tips mengajar english conversation yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat bagi anda yang ingin atau sudah memulai mengajar english conversation. Selamat Mengajar !! :)




Friday, March 22, 2013

"Hidup Itu Pilihan"

Menjadi mahasiswa semester akhir itu ada senang ada juga sedihnya, senangnya mata kuliah yang diikutin sudah mulai berkurang, sedihnya skripsi yang ga kelar2 mulai menghantui tiap malam, dan tidak jarang terbawa mimpi (kebiasaan saya kalau ada sesuatu yang belum selesai pasti dipikirin sampai larut2 dan walhasil terbawa mimpi)--"

Tadi malam saya mengecek email dan ternyata ada email dari Kedubes Australia di Jakarta (Program AIYEP yang saya ikutin karena bekerja sama langsung dibawah Kementerian Luar Negeri Australia maka pihak pemerintah Australia terus memfollow-up para alumninya, sehingga hubungan kerjasama tidak terputus begitu saja) isi emailnya mengenai Australia Awards Scholarship atau yang dulu dikenal sebagai ADS. Pendaftaran sudah dibuka dan ditutup Juli ini, banyak alumni AIYEP yang kembali ke Land Down Under lewat jalur beasiswa ini. Begitu saya melihat email tersebut, langsung kegalauan menghantui. Gimana ga galau coba, bulan juli itu saya belum tamat dan saya masih dalam proses sidang skripsi (inshAllah, Amin) dan akan di wisuda paling cepat bulan Agustus. Itu artinya, saya tidak bisa meng-apply untuk scholarship periode 2014 ini. Karena jika saya mau apply, maka saya baru bisa meng-apply di tahun 2014 untuk keberangkatan tahun 2015. Galau pun semakin bertambah mengingat semester ini harus menjadi semester terakhir saya, itu artinya 19 sks yang masih saya ambil tidak boleh ada yang gagal. Jika tidak, saya akan semakin lama tamat, dan semakin lama S2 dan semakin lama menikah dan akhirnya saya harus rela mendengar ceramahan ibu saya di tahun2 usia saya semakin menua. Kebiasan saya yang selalu membuat plan hidup membuat saya semakin galau tingkat ASEAN, lol.

Mengapa saya bisa begitu lama tamat? well, sebenarnya masih dalam waktu normal, 4 tahun, meski meleset dari plan awal saya, yaitu 3,5 bulan. Jawabannya adalah Program AIYEP yang saya ikutin 2011 lalu, program ini berlangsung selama 5 bulan, dimana saya yang masih berstatus mahasiswa semester 5 dan harus rela mengambil PKA alias cuti kuliah selama 1 semester. Tapi mengutip dari PD3 Fakultas saya, beliau mengatakan "Hidup itu pilihan, Maulida". Yah, ketika itu memang saya harus memilih dan saya memilih tamat lebih lama daripada melewatkan kesempatan yang tidak semua pemuda di Indonesia mendapatkan kesempatan ini. Maksudnya setiap orang bisa keluar negeri, bisa ke Australia, baik dengan uang sendiri maupun beasiswa sekolah, namun hanya 18 pemuda tiap tahunnya (dalam kurun waktu 31 tahun belakangan ini) yang berkesempatan sebagai duta bangsa mewakili Indonesia di negeri kangguru tersebut. Pengalaman dan status yang diemban juga berbeda.

Dan program ini juga yang membuat nama saya sedikit dikenal para Dekanat di fakultas (meski sebelumnya sudah dikenal, ahem) hingga pihak rektorat. Untuk dekanat pastilah tahu, karena kan saya minta izin PKA melalui dekanat, namun untuk rektorat saya tidak pernah memberitahu apapun, dan terakhir saya tahu ternyata Dekan, PD2 dan PD3 saya yang "menyebarkan gosip" ini hingga ke Rektor, terima kasih banyak Pak buat promosinya, haha XD

Maka, begitu saya kembali dari program tawaran kompetisi nasional yang membutuhkan kemampuan bahasa inggris bahkan hingga mewakili universitas di luar negeri mulai berdatangan, ketika anggota satu tim saya yang lain di seleksi terlebih dahulu, saya langsung dipilih tanpa proses seleksi (kok kedengerannya ga adil yah? haha) dan beberapa kali dipilih menjadi ketua tim untuk mewakili kampus.

Benar, program ini ibarat batu loncatan bagi saya, dosen-dosen di fakultas juga sering kali memberi ekspektasi tinggi. Contoh ketika kompetisi Debat Mahkamah Konstitusi, saya ditawari seorang dosen untuk menjadi salah satu tim debater dan tahun berikutnya beliau juga masih menawari saya. Mungkin anggapan banyak orang bahwa orang yang pernah mendapat beasiswa keluar negeri melalui sebuah rangkaian tes yang lumayan panjang menguasai segalanya. Mungkin yah berlaku bagi beberapa orang, seperti senior-senior saya yang mempunyai kemampuan otak diatas rata2. Namun, tidak bagi saya, saya yang mengambil jurusan hukum internasional, yah jagonya di situ saja, kalau sudah masuk ranah hukum lain tidak sebegitu ekspert, apalagi hukum tata negara.

Program ini juga yang buat saya agak sedikit lebih terkenal di kampus karena beberapa dosen lumayan gencar menyebut2 nama saya di kelas2 adik junior, akhirnya masa itu datang juga, masa dimana nama saya yang disebut menggantikan nama-nama senior saya yang dulu paling sering disebut2 dosen sebagai mahasiswa yang patut dicontoh. Yah, meski saya masih ketinggalan jauh dibanding mereka, setidaknya saya "berlari" di lapangan yang sama *menghibur diri sendiri haha

Dan kemarin juga seorang dosen setelah selesai mengajar kuliah ketika saya hampir meninggalkan kelas beliau, saya dipanggil, ternyata beliau sedang dalam proses pengajuan program research di Leiden Universiteit, Belanda. Beliau kemudian menunjukkan saya proposal research yang akan beliau ajukan dan meminta pendapat saya apakah proposal tersebut bagus atau tidak. Kontan saya terkejut, I meant saya ini tamat S1 saja belum bagaimana bisa dimintai pendapat untuk memeriksa proposal yang diajukan seorang doktor. weleh, weleh, tapi untuk menghargai sang dosen atas kepercayaan terhadap saya, maka saya pun membaca skimming dan kemudian meyakinkan beliau bahwa proposal tersebut sangat bagus. Well, proposal tersebut memang bagus,  menurut saya idenya orisinil dan aplicable. Di akhir beliau minta tolong saya membantu beliau mengkoreksi terjemahan bahasa inggrisnya dan langsung saya iyakan sebagai balasan atas ilmu beliau, halah haha.

Intinya yah, memang tanpa program tersebut kehidupan mahasiswa saya mungkin tidak akan semulus dan sebaik sekarang ini, jadi seperti kata PD3 saya yang selalu mensupport saya dalam banyak hal "Hidup itu pilihan, Maulida". Saya telah memilih, maka saya telah bersedia untuk menerima kebaikan dari pilihan saya begitu juga dengan konsekuensi2 yang harus saya hadapi kedepannya. Biarlah lama tamat asalkan berkualitas, asiik.

At the end, menyerahkan segalanya kepada Sang Maha Perencana adalah jalan paling terbaik dan paling teraman untuk saya tempuh. Semoga rencana yang saya susun berjalan lancar dan diridhoi Allah, jika pun berubah, saya yakin rencana Allah lebih baik dari rencana maupun mimpi yang saya tuliskan... "Allah knows, while you may know not"


Friday, September 28, 2012

Intanshurullah Yansurkum !! (Episode : My Dreams)

Hari ini, saya merasakan luar biasa bahagia, subhanAllah bahkan kata-kata tidak dapat menggambarkan betapa luar biasanya nikmat yang telah Allah berikan kepada saya di bulan ini. Dan luar biasanya lagi nikmat itu datangnya secara beruntun !!

Dimulai dari moto baru hidup saya yang telah lama saya camkan di dalam hati, kalimat penguat yang tak pernah membiarkan saya terjatuh dan menyerah di jalan Allah ini. Yah, kalimat itu adalah sepenggal ayat dari Al-Quran Karim "Intanshurullah Yansurkum (Jika kamu menolong Allah (Agama Allah) maka Allah akan menolongmu)"

Kalimat yang membuat saya yakin jika saya, meski hanya sedikit berkontribusi dijalanNya maka Allah akan membalasnya. Bahkan lebih !!

Diawali dengan niat untuk mendedikasikan diri ke Musholla kampus, untuk menebus rasa bersalah saya yang sudah hampir setahun melepas adik2 musholla begitu saja dengan segudang alasan kesibukan dan tak punya waktu. Akhirnya dimulai lah dari niat, saya tegaskan baru NIAT. Saya berniat mengajar adik2 musholla bahasa inggris hingga lancar dan mempersiapkan mereka untuk mendapat beasiswa2 luar negeri yang tersedia bagi mahasiswa S1. Sekali lagi saya tekankan baru niat, saya memang sudah mengkoordinasi adik2 untuk mendata peserta yang mau ikut kursus bahasa inggris cuma-cuma ini dan sekaligus pelatihan beasiswa abroad tersebut. Namun, karena kepergian saya ke Bangkok dan Jakarta selama 2 minggu ke depan, membuat kegiataan ini tertunda hingga kepulangan saya ke Medan.

Kemudian, 3 hari yang lalu adik2 akhwat musholla meminta saya untuk menjadi coach tari Saman untuk pertunjukkan Fakultas Hukum di acara Keputrian Dakwah Expo se-USU di Auditorium. Program AIYEP yang saya ikuti beberapa bulan lalu, alhamdulillah membuat saya dapat dikatakan sedikit pro dalam hal menari Saman.

Maka, 3 hari kemudian saya melatih 13 orang adik2 akhwat musholla dari sore hingga malam, meski kegiatan kampus padat, belum lagi persiapan ILSA (International Law Student Association) untuk study tour ke Bangkok lusa nanti membuat saya mau tak mau harus rela badan ini remuk redam karena tambahan "menyaman" intensif.

Namun, berkali2 saya meyakinkan diri dan mengulang-ulang kalimat ampuh yang saya yakin keampuhannya karena saya sendiri sudah berkali-kali membuktikan hal tersebut. "Intanshurullah Yanshurkum !!"

Bukan tak bisa bagi saya untuk memakai waktu saya mengajar anak-anak musholla untuk mengajar kembali secara profesional (dibayar maksudnya) di luar sana. Berkali-kali tawaran itu datang, dan gaji yang ditawarkan cukup menggiurkan. Namun, itu dia, kalimat itu yang membuat saya yakin untuk melakukan jual beli dengan Allah instead of human dan ayat Allah lainnya semakin menguatkan saya...

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan surga untuk mereka."(QS. 9:111)

Karena logika saya begini jika sebulan saya mengajar 7 siswa yang masing-masing membayar 1 juta maka total yang saya dapat sebulan adalah 7 juta. Income standar yang biasa saya dapatkan ketika mengajar dulu. Namun, kemudian saya berfikir dengan "Faith" yang saya miliki, jika saya mengajar adik2 Musholla itu secara cuma2, maka saya tidak akan mendapatkan seperser rupiah pun dari mereka, tapi saya akan mendapat bayaran dari Allah sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang saya harapkan, bahkan sesuatu yang tidak pernah berani saya idam-idamkan karena begitu tingginya. Apa yang tidak mungkin bagi Allah? Cukup hanya dengan "Kun" Nya maka Jadilah !!

Dengan keyakinan itu saya bertekad, oke saya akan jual beli dengan Allah dan bukan manusia.

Sebelumnya Allah telah membayar kontribusi saya itu meski baru berbentuk niat. Dengan kemudahan proses persiapan keberangkatan study tour ILSA minggu ini. Saya mendapat team yang solid, teman yang luar biasa hard working, yang bahkan saya rasa mereka lebih banyak bekerja dibanding saya yang ketua ILSA, Dosen2 Departemen Hukum Internasional yang luaarr biasaaaa kontribusinya, tanpa usaha dan kerja nyata beliau-beliau maka sulit untuk mencapai persiapan yang hampir sangat matang sekarang ini.

Hal itu kemudian semakin saya rasakan ketika kemudahan datang lagi lewat diterimanya universitas kami di universitas terbaik di Thailand dan bahkan Asia Tenggara. Ada sedikit hambatan memang sebagai contoh permohonan "Courtesy Call (Kunjungan Kehormatan) kami ke KBRI Bangkok sempat tidak dapat dipenuhi oleh Atase disana, karena satu dan dua hal. Namun, dosen HI yang luar biasa tetap berusaha hingga kemudian melalui alumni kampus yang sekarang menjadi Kepala Pusdiklat Kemlu, beliau langsung mengirimkan "surat berita resmi" dari Kementrian Luar Negeri kepada KBRI Bangkok untuk memenuhi permohonan courtesy call kami tersebut. Dan, Alhamdulillah tadi kami mendapat pernyataan langsung dari Kepala Pusdiklat Kemlu bahwa Duta Besar RI untuk Bangkok sendiri yang akan menerima kami di KBRI Bangkok nantinya. SubhanAllah, lagi-lagi, Intanshurullah Yansurkum !!

Dan nikmat yang luar biasa lainnya baru saja datang menghampiri saya siang ini. Pertunjukkan saman adik2 akhwat BTM Aladdinsyah di Auditorium benar-benar membuat saya bangga kepada mereka. Para penonton tersihir dengan kekompakan tarian saman mereka yang meski hanya dipelajari 3 hari namun telah menghasilkan gemuruh tepuk tangan yang luar biasa dari penonton. Bahkan penonton menobatkan pertunjukkan saman kami adalah pertunjukkan terbaik diantara semua fakultas. Senang, bangga, itu hal yang saya rasakan. Sakit dan rasa capek yang mendera saya selama melatih saman hilang seketika melihat wajah adik2 tersenyum senang dan haru karena tepuk tangan penonton atas apresiasi mereka terhadap gelombang kekompakan dari team "Kutiding" ini. Begitu mereka menyebut grup saman dadakan mereka, mengutip salah satu lirik dari syair saman.

Belum selesai rasa bahagia itu, ketika saya dan adik2 bercengkrama sebentar di Musholla, mengulang kembali hal-hal selama di atas panggung pertunjukkan. Seorang dosen HI tiba-tiba datang langsung ke Musholla untuk mencari saya. Saya sampai heran ternyata beliau sudah mencari saya hingga ke seantero fakultas. Saya fikir urusan study tour, ternyata dosen HI dan ketua departemen membawa kabar gembira untuk saya. Lewat beberapa lembar kertas yang berkop surat-kan "Kementrian Luar Negeri RI". Ternyata saya diutus untuk mengikuti "Pelatihan Delimitasi Batas Maritim" di Bali tanggal 10-12 Oktober nanti. Yaa Rahman, langsung mata saya mendadak berbinar, pelatihan tersebut adalah pelatihan ke-8 dimana pelatihan tersebut di hadiri langsung oleh pakar-pakar Hukum Internasional dari Amerika dan Australia dan Diplomat-diplomat yang membahas batas-batas maritim Indonesia dengan hampir 9 negara !! Yaa Rahman, itu pelatihan impian para akademisi hukum internasional, terlebih-lebih hukum laut internasional. Bagaimana tidak, pelatihan tersebut dilaksanakan secara terbatas dan tidak terbuka untuk umum. Di surat itu tertulis bahwa peserta pelatihan tersebut hanya para pejabat dari instansi yang menangani atau diproyeksikan untuk menangani masalah penetapan batas maritim, atau mahasiswa berprestasi dalam bidang hukum internasional di lingkungan fakultas hukum di universitas yang terpilih. Dan ternyata dari seluruh universitas di Indonesia, hanya 4 universitas yang beruntung mendapatkannya, salah satunya adalah USU.

Awalnya, saya katakan kepada dosen saya kalau saya masih berada di Jakarta pada tanggal tersebut, namun secara cepat saya katakan saya akan mempercepat kepulangan dan siap untuk ikut pelatihan. Meski saya harus merelakan PDT AIYEP yang saya tunggu2, meski saya harus merelakan bercengkrama dengan teman2 AIYEP yang sudah luar biasa saya kangenin. But, Hey, siapa yang mau melewatkan kesempatan ini, dimana hanya ada 4 mahasiswa dari seluruh Indonesia yang beruntung dapat bergabung di pelatihan internasional ini, dimana pelatihan ini mungkin dapat menjadi turning point bagi saya di kemudian hari. Dan luar biasanya lagi, saya sudah lama jatuh cinta pada hukum laut internasional, bahkan berniat skripsi saya dan master saya adalah hukum laut internasional. UNCLOS meski setebal bantal dan seberat baja, tetap merupakan konvensi terfavorit saya. Dan, Alhamdulillah, Hukum Laut Internasional semester kemarin saya mengantongi nilai A, meski sulit mendapatkan A dari dosen tersebut, namun lagi2 Allah begitu baik sehingga saya mendapat nilai tersebut. Jika tidak kesempatan ini bisa raib begitu saja dari saya karena salah satu syaratnya selain nilai IPK minimal 3.00, nilai Pengantar Hukum Internasional yang harus A dan TOEFL minimal 550, nilai Hukum Laut Internasional juga harus lah A. Lagi-lagi saya rasakan kebenaran janji Allah, yah, Intansurullah Yansurkum !! Jika bukan karena pertolongan Allah, maka saya tidak akan dapat nilai A dari dosen tersebut, bahkan saya sempat syok melihat nilai A untuk Hukum Laut Internasional tersenyum manis di Portal KRS. Yaa Rahman, Allah benar2 memudahkan jalan saya.

Beribu-ribu, bahkan berjuta-juta hamdalah tak akan cukup untuk membayar apa yang telah Allah berikan kepada saya hingga detik ini. Yaa Rahman, begitu luar biasanya Engkau dan begitu kuasanya Engkau merubah hal yang tak mungkin menjadi mungkin.

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (QS. 2:245)

Jangan ragu menolong agama Allah, karena yakin lah Allah akan menolongmu dari jalan yang tidak disangka-sangka. INTANSHURULLAH YANSURKUM !!

Saturday, March 31, 2012

My Dreams


(Catatan Lama dari Lembar Usang Perjuangan)

Sejenak, melepas fikir, merenung, seolah menahan waktu untuk menyadari setiap langkah yang telah kuambil. Tinta hitam itu kembali digoreskan, dan mulai permanen di hati.. Yaa Allah, terima kasih untuk mengabulkan doa-doaku, dengan "menutup" hati ini, menghilangkan kekecewaan, dan memberikan aku keikhlasan untuk melepas segala mimpi yang tak dapat kucapai. Hingga tak ada setitik air mata pun yang menetes, tak ada sebersit pun kekecewaan di hati, tidak ada sedikit pun penyesalan tersirat, yang ada hanya keyakinan bahwa Allah telah mempersiapkan yang terbaik untukku, Jika Tidak Hari Ini Mungkin Besok..

Yah, I Deserve Nothing But The Best , dan hanya Allah lah yang mengetahui apa yang terbaik untukku, Jika Tidak Hari Ini Mungkin Besok..

Langkah ini masih panjang, masih banyak hal yang harus kulalui, di depan sana terbentang begitu banyak cobaan dan rintangan, yang mau tidak mau memang harus kulalui, yah harus.. Dan kegagalan-kegagalan hari ini menjadi sebuah titik kulminasi untuk perubahan, perubahan menjadi yang lebih baik kedepan. sebagai titik kulminasi untuk menjadi lebih kuat lagi dalam mengatasi masalah dan tetap teguh dan berusaha dalam meraih mimpi-mimpi yang masih semu ini, baik mimpi-mimpi yang masih berupa sketsa di fikiran ataupun mimpi-mimpi yang sudah tertuang kedalam tulisan.

Ketika satu mimpi pupus maka mimpi-mimpi lain pun lahir, membentuk suatu semangat baru bernama Hidup. Menggoreskan tinta baru di hati, menjalin mimpi diatas sketsa kertas putih, yang suatu hari aku yakin tak akan lagi hanya berupa coretan namun berupa prestasi konkret yang cemerlang.

Hari ini biarlah mimpi-mimpi itu hanya sekedar sebuah coretan tinta hitam diatas kertas putih, namun suatu hari coretan-coretan itulah yang akan membawaku menjadi seorang yang luar biasa. Menggantikan gadis biasa berumur dua puluh tahun hari ini dengan seorang muslimah cerdas dengan sayap yang melebar keseluruh dunia. Biarlah mereka mengatakan ini hanya mimpi yang mustahil untuk terwujud, dan aku pun tak akan peduli, karena aku memiliki Allah, yah, HasbiyAllah, cukuplah Allah bagiku. Aku tak perlu siapa atau apa pun di sisi selama Allah menyertai setiap langkah yang kuambil.
Air mata ini tak akan pernah menetes untuk setiap mimpi yang belum kuraih, yah belum, karena selama nyawa masih di jasad, aku pun tak akan pernah berhenti untuk meraih mimpi-mimpi yang belum kuraih hari ini.Tidak Akan Pernah Berhenti..

I can almost see it
That dream I am dreaming
But there's a voice inside my head saying
"You'll never reach it"
Every step I'm taking
Every move I make feels
Lost with no direction
My faith is shaking
BUT I GOTTA KEEP TRYING
Gotta keep my head held high
There's always gonna be another mountain
I'm always gonna wanna make it move
Always gonna be a uphill battle
Sometimes I'm gonna have to lose
AIN'T ABOUT HOW FAST I GET THERE
Ain't about what's waiting on the other side
It's the climb
The struggles I'm facing
The chances I'm taking
Sometimes might knock me down
BUT NO, IM NOT BREAKING
I may not know it
But these are the moments that
I'm gonna remember most, yeah
Just gotta keep going
AND I, I GOT TO BE STRONG
Just keep pushing on
Keep on moving, keep climbing
Keep the faith, baby
It's all about, it's all about the climb
KEEP THE FAITH, KEEP YOUR FAITH
(Miley Cyrus, The Climb)

Ketika diri ini gagal dalam mencapai sesuatu dan ketika itu juga kekuatan baru itu lahir, kekuatan dan keyakinan yang kudapat dari lembaran kalamNya, dari nikmat sujud panjang malamNya.. Yah, lewat lembar-lembar suci itulah Ia menjawab semua kegundahan dan kesedihan hati "Asaabakum ghamman-bighammin-likailaa tahzanuu 'alaa maa faa takum walaa maa a shaa bakum". Allah menimpakan padamu kesedihan atas kesedihan,supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput daripada kamu dan terhadap apa yang menimpakamu. (Ali Imran:153)

Ketika ketakutanku akan kehilanganNya, Ia menjawab lagi lewat lembar kalam yang kubaca "Maa wadda 'aka rabbuka wamaa qalaa".Tuhanmu tidak meninggalkan kamu dan tidak pula benci kepadamu".( Ad Dhuha :3)

Ketika keputusasaan menghinggapi diri dan mulai memupuskan harapan, lewat lembar kalamNya Ia pun menguatkan " Fa Inna Ma'al Ushri yusro" sesungguhnya setelah kesusahan itu ada kemudahan (Al-Insyirah : 5)

Allahu Robbi..
Terima kasih untuk mimpi-mimpi yang gagal terwujud sehingga aku semakin yakin bahwa Engkau telah menyiapkan yang terbaik untukku, jika tidak hari ini mungkin besok.
Terima kasih untuk menunda mimpi-mimpiku, sehingga menempah kesabaranku untuk tetap berusaha..

Allah jika mimpi-mimpi yang gagal dan tertunda ini membawaku semakin dekat denganMu, semakin membuatku mencintaiMu, semakin membuatku bersabar atas segala ketentuanMu, biarlah, biarlah ia tetap seperti ini, karena bukan dunia yang ingin kuraih tapi akhiratMu yaa Rabbi "I'lamuu annamal hayaa tuddun-yaa la 'ibun".Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah suatu permainan. (S. Al Hadiid :20)

Tetaplah disini yaa Rabbi, tetaplah menguatkan hambaMu yang lemah ini, tetaplah mencintai hambaMu yang hina ini, meski tak layak, namun izinkanlah diri ini mencintaiMu, izinkanlah hanya Engkau yang ada dihati, izinkanlah hanya kekuataanMu yang membuatku tetap berdiri disini, izinkanlah hanya cintaMu yang mengisi tiap relung hati dan fikiran ini..

HASBIYALLAH, ALLAH IS ENOUGH FOR ME

Bumi Allah
7 Rajab 1431 H / 19 Juni 2010

Maulida Hadry Sa'adillah...

"Bermimpilah, Maka Tuhan Akan Memeluk Mimpimu" (Ayahanda Arai)

Aku Jatuh dan Aku Bangkit Dalam Sekejap


Tulisan ini lagi-lagi adalah hasil "goresan pena" yang sudah lama di publish di account facebook saya. Ketika menulis ini hati saya memang sedang hancur, namun saya berhasil bangkit lagi, dan 2 tahun setelah tulisan ini dibuat, saya menyadari ternyata benar, Allah punya rencana yang lebih baik lagi buat saya.. 

Lagi-lagi aku dihadapkan pada situasi yang membuatku menangis.. Yah, Aku terjatuh hari ini. Jauh.. terhempas ketika tali yang seharusnya kuyakin telah terikat dengan kuat ternyata masih membuatku jatuh. Dan aku kesakitan, sangat begitu kesakitan hingga air mata tak dapat kubendung, Ia mengalir begitu saja, tanpa kupinta, tanpa kuingin.

Apakah simbol yang kupakai ini membuat mereka memandangku rendah? atau karena simbol yang kupakai ini membuat mereka takut aku mengubah dunia? Dunia yang telah mereka ciptakan dengan kuasa mereka di tanah kontroversial. Dan simbol ku ini mungkin bisa menghancurkan dan mengganti dunia mereka dengan dunia versiku?

Jika memang begitu, kupersilahkan mereka untuk mendepakku dari tataran sistem yang mereka ciptakan, karena aku konsisten untuk tetap menjunjung tinggi simbolku, meski aku dibuang dan dianggap tak ada.

Aku sudah terlalu sering terjatuh, dan aku selalu berhasil untuk bangkit lagi. Semakin ditekan aku akan semakin kuat. Ibarat sebuah keramik yang terbuat dari tanah liat, semakin lama ia dipanaskan dengan api maka semakin kuat dan sulit ia dihancurkan.

Aku selalu bertindak sebagai motivator bagi yang lain, lalu mengapa aku tak bisa bertindak sebagai motivator bagi diri sendiri?

Aku yakin Allah menyimpan rahmatnya dibalik musibah yang kuterima. Ia memberikan kesusahan agar aku bisa siap ketika menghadapi kesuksesan yang lebih besar dimasa depan. Agar aku menghargai setiap perjuangan yang telah kulewati. Agar aku tetap meminta kepadaNya, karena mungkin Ia tahu jika Ia berikan aku kesuksesan hari ini aku akan berhenti memohon kepadaNya. Dan aku tahu Ia tak suka itu..



Ketika seorang kafir berdoa dan memohon, Allah berkata kepada Jibril :"Wahai Jibril tunaikanlah segera apa yang dimintanya, karena aku benci mendengarnya memintaku".
Dan ketika seorang mukmin berdoa dan memohon, Allah berkata kepada Jibril :" Wahai Jibril jangan kau tunaikan dulu keinginannya, tahanlah, sungguh aku menyukainya meminta kepadaku" (Hadits Qudsi)

Fii Ardhillah, Bumi Allah
3 Muharram 1432 H/10 Desember 2010 M
When I fell down and I got up again for second


Perempuan Itu Adalah Ibuku



Tulisan ini sudah lama saya tulis dan publish di account Facebook saya, tulisan khusus yang saya dedicated kan khusus untuk wanita terbaik didunia, Ibu..


Dua puluh tahun aku mengenalnya.. Dua puluh tahun aku hapal senyumannya, dua puluh tahun aku ingat suaranya, dua puluh tahun aku bersamanya.. Seorang wanita yang tidak sempurna namun terbaik di dunia, Ibu..begitu aku memanggilnya.

1 Oktober seorang bayi dilahirkan dengan keadaan sehat, Ia menangis karena harus meninggalkan tempat ternyaman yang pernah ia miliki sebelumnya, rahim seorang Ibu. Lalu dekapan hangat menyelimutinya, tangan lembut itu memeluknya, seolah-olah mengatakan "Inilah tempat ternyamanmu sekarang sayang". Tangan Ibu, memberinya kekuatan..

Menginjak usia 5 tahun, Ia diantar ke sebuah taman kanak-kanak, sang Ibu hanya menungguinya sebentar, tersenyum dibalik jendela ruang kelas, lalu pergi. Ia berfikir bahwa Ibu tidak sayang kepadanya, dan iri melihat Ibu teman-temannya menunggu mereka di luar kelas. Kemudian Ia tahu bahwa Ibunya mengajarinya sebuah kemandirian.

Duduk dikelas satu sekolah dasar Ia menemukan beberapa kesulitan. Membaca. Memang teman-teman sekelasnya pun belum ada yang lancar membaca, namun tidak bagi keluarganya. Kedua kakaknya begitu cepat mempelajari bahasa, baik membaca dan menulis. Ibu kemudian mengajarinya dengan extra, tak jarang, Ia menangis karena lagi-lagi ia berfikir ibu tak menyayanginya. Kemudian ia tahu Ibu mengajarinya sebuah kedisiplinan. Kemudian dia menjadi yang terdepan di kelas. Memiliki kemampuan dalam menguasai banyak bahasa, berbicara didepan umum, dan kemampuan menarik orang lain dengan kata-kata, baik lisan maupun tulisan.

Seorang adik lahir ketika ia berusia 4 tahun. Ia menyayanginya, namun tak jarang mengganggunya. Ketika ia berusia 7 tahun, Ia bermain dengan sang adik, dan tidak sengaja membuat tangan adiknya yang baru berumur 3 tahun terjepit. Adiknya terluka, Ibu kemudian menghukumnya untuk tidak keluar dari rumah, Ia menangis dan merasa Ibu benar2 tak sayang padanya. Kemudian ia tahu Ibu mengajarinya agar tidak berbuat Lalai. Salah satu hal fatal yang tidak boleh ia lakukan jika kelak ia telah menyandang gelar sebagai profesi hukum.

Usia 9 tahun, Ibu meninggalkannya demi melanjutkan studinya di luar. Dan nenek mengambil alih pengasuhannya. Sering ia merasakan kehilangan, karena kasih sayang orang lain meski itu adalah Ibu dari Ibunya, tak akan pernah sama dengan kasih sayang Ibunya. Kemudian ia tahu Ibu berusaha mati-matian untuk selesai dengan cepat demi anaknya, tak jarang Ibu tak pernah tidur demi mengerjakan tugas dengan cepat. Ditengah2 kesibukannya Ibu menulis berlembar-lembar surat untuk anak-anaknya, mengatakan Ibu baik2 saja, berbohong kepada anaknya, karena Ibu sebenarnya sedang kesusahan dan sangat letih.

Usia 12 tahun, ia dikirim ke pesantren, mengikuti jejak kedua kakaknya yang juga telah lebih dulu mendapat pendidikan disana. Setiap seminggu sekali ibu menjenguknya di pesantren. Membawa berplastik-plastik makanan buatannya. Barang-barang kebutuhan untuknya dan kedua kakaknya. Ibu selalu membuat makanan2 itu sendiri. Jika ia meminta apapun, Ibu tak pernah membelinya ia membuatnya sendiri. Setiap hari jumat Ibu datang, masih mengenakan pakaian kerjanya, Ibu berjalan tertatih2 membawa begitu banyak bawaan dikedua tangannya yang kecil. Berusaha menutupi wajah lelahnya dengan sebuah senyuman. Namun sang anak tidak membalasnya dengan sambutan hangat, Ia merengut ketika melihat Ibu melupakan satu barang pesanannya. Senyum Ibu lenyap, lalu kemudian mengatakan "Besok, Ibu datang lagi" dan berusaha tersenyum kembali. Kemudian ia tahu Ibu mengajarkannya tentang Keikhlasan.

Suatu hari ketika ia masih mondok di pesantren, Ia sakit. Salah satu kakaknya menelpon Ibu dirumah. Ibu sangat cemas, Ibu punya kebiasaan menderita sakit perut setiap kali ia khawatir tentang anaknya. Jam 11 malam, Ibu datang ke pesantren, menembus hawa malam yang dingin dan lupa bahwa Ibu punya asma. Mengitari jalan raya yang sepi tanpa peduli keselamatannya. Hanya satu keinginannya, melihat anaknya baik-baik saja. Sesampai di pesantren, Ibu tidur disamping si anak. Ibu tidak tidur di kasur, karena itu adalah kamar pondok yang sempit dan terisi dengan dua belas santriwati lainnya yang berdesakan, sedang kasur yang bisa dipakai untuk mereka berdua hanyalah kasurnya, Ibu rela tidur diatas papan yang berlubang-lubang. Padahal ketika itu ada dua buah selimut, namun Ibu tak memakai satupun untuknya, Ibu rela kedinginan demi menjaga anaknya agar tetap hangat dengan dua selimut. Kemudian ia tahu Ibu mengajarkannya tentang Pengorbanan.

Usia 16 tahun. Ia telah duduk dibangku sekolah menengah atas di sebuah sekolah umum negeri. Prestasi demi prestasi kemudian diukirnya. Provinsi hingga nasional, namun Ibu tak pernah memujinya. Ibu hanya mengatakan " Prestasi seperti itu adalah kewajaran sebagai pelajar". Ia kecewa, dan mengganggap Ibu tak pernah menghargai dan bahagia dengan prestasi-prestasinya. Ketika itu ia tidak tahu bahwa Ibu lah yang selalu berdoa untuk kemenangannya di setiap sepertiga malam. Ibu yang tidak pernah memujinya membuatnya terus ingin berprestasi lebih banyak lagi hingga sampai Ibu memujinya. Kemudian Ia tahu Ibu mengajarinya tentang Motivasi.

Usia 18 tahun. Ia lulus disebuah perguruan tinggi negeri paling bergengsi di Jakarta. Karena Ia sakit Ibu tidak mengizinkannya pergi. Ia sedih dan merasa menyesali mengapa ia dalam keadaan sakit ketika itu. Ibu hanya menatapnya dengan lembut, mengatakan bahwa Allah telah memberikan yang terbaik untuknya selama ini. Kemudian Ia tahu Ibu mengajarinya Bersyukur.

Ibu kemudian pergi demi penelitian doktornya di luar negeri. Ia kemudian mengambil alih tugas Ibu dirumah. Mulai dari mengurus rumah hingga berbelanja kebutuhan bulanan, padahal Ia juga harus menunaikan kewajibannya menuntut ilmu dan mengajar diluar. Ia selalu merasa berat dan lelah. Kemudian Ia sadar seperti inilah perasaan Ibu setiap hari.

Usia 19 Tahun. Ibu menyuruhnya untuk memilih Hukum di Universitas Negeri dikotanya sebagai pilihan di tes masuk perguruan tinggi. Ia tidak setuju, karena Ia benar-benar tidak menyukai hukum. Ia benci hukum karena pencitraan hukum sudah begitu buruk di masyarakat. Dan Ia ingin kuliah di luar kota. Tapi Ibu bilang Ibu butuh dia untuk menemani Ibu dirumah, karena Kedua kakaknya telah berkuliah diluar kota, Papa yang juga sibuk, dan Adik laki-lakinya yang masih kecil agak sulit untuk diajak berbagi. Namun, demi hanya sekedar membuat Ibunya berhenti memintanya, maka ia pun melingkari pilihannya di tes masuk UMB, Hukum. Ia berfikir toh Ini bukan prioritas, toh tidak mungkin lulus karena Ia pun tak pernah belajar untuk persiapan. Dan, Toh target utamanya ada di SNMPTN nanti. Ketika itu sore hari, Ia membaca namanya tertulis Lulus di layar laptop. Ibu begitu senang, tersenyum, lalu memeluknya dan mengatakan "Selamat". Baru kali ini ia mendengar Ibunya mengucapkan selamat kepadanya, prestasi bergengsi yang selama ini Ia dapat bahkan tak pernah membuat kata-kata itu keluar dari lisan Ibunya. Ia menangis senang dan terharu, Kemudian Ia bertekad Jalan ini lah yang akan ia ambil.

Pernah sebelumnya Ia meminta Ibu mengizinkannya kuliah di Mesir dengan beasiswa, Namun Ibu mengatakan jadikan agama sebagai kehidupan. Yang bisa didapat tidak hanya di bangku formal, namun dimana saja, karena Ilmu Allah itu tidak terbatas hanya dengan tulisan dan hapalan. Ayat-ayat kauniyahNya tersebar di penjuru bumi. Kuasai bidang dunia dan akhirat bersamaan, sehingga kelak muslim lah yang menguasai keduanya. Dan pesan itu terus dipegangnya, berusaha menggenggam erat agama di tangan kanannya, dan dunia ditangan kirinya. Kemudian ia tahu Ibu mengajarinya tentang Tawazun (Keseimbangan).

Sebelumnya pun ia pernah mengutarakan niatnya ke Ibu untuk memilih bidang studi bahasa sebagai pendidikan utama formalnya. Kemudian Ibu mengatakan Jadikan bahasa sebagai Plus, sebagai kelebihannya disamping Ia memiliki ilmu utama lainnya. Hari-hari berlalu, perkataan Ibu benar, dengan bahasa sebagai plus Ia mendapat  tempat lebih baik di bidang formalnya. Karena sedikit yang menguasainya. Kemudian Ia tahu Ibu mengajarinya tentang Skills.

Ibu selalu membawa bekal dari rumah ke kantornya. Ketika berbelanja Ibu akan selalu membeli barang yang mendapat potongan harga. Ibu tak pernah memberikan barang-barang dengan mudah kepada anaknya. Sehingga ketika dewasa tidak satupun anak-anaknya yang merasa iri ketika melihat yang lain memiliki benda bermerk, mahal, dan sedang trend di masyarakat. Mereka tidak pernah meminta, karena Ibu berhasil mendidik mereka arti sebuah kesederhanaan.

Pernah suatu hari, Ibu pergi kesebuah negara. Dalam pemeriksaan di Airport Ibu ditanyai dengan nada kasar, dibentak, karena dianggap TKW dari Indonesia. Ibu hanya tersenyum, menunjukkan berkas2 kepada petugas, dan petugas tersebut hanya terdiam lalu meminta maaf karena Ia baru mengetahui Ibu disana sebagai peneliti dan dianggap sebagai tamu negara. Lagi-lagi Ibu hanya tersenyum dan tidak marah setelah diperlakukan kasar dan tidak terhormat. Kemudian ia tahu Ibu mengajarkannya tentang Kesabaran.

Ketika Ia dirawat dirumah sakit, suatu saat ia menangis karena tinggi panasnya membuatnya kesakitan. Ibu kemudian mencium keningnya dan mengatakan " Semua baik-baik saja, Allah akan menyembuhkan". Ia kemudian tahu Ibu mengajarkannya tentang Kekuatan.

Ibu itu adalah Ibuku, Ibu yang melahirkan, dan membesarkanku dengan cintanya. Ibu yang mengajarkan begitu banyak pelajaran dengan caranya sendiri. Yang selalu tersenyum meski hatinya dilukai, yang selalu mengulurkan tangannya ketika anak-anaknya jatuh, yang selalu mendukung anaknya dengan apapun yang Ia miliki. Hingga tak jarang ia harus berusaha keras bekerja, dan tidak jarang jatuh sakit. Hanya demi senyuman kebahagian anak-anaknya.


Yaa Rahman..
Sesungguhnya penjagaanMu adalah sebaik-baiknya penjagaan, maka kumohon yaa Rabb, jagalah Ibu karena jiwa ini tak bisa terus menjaganya.
Berkahilah Umurnya, berikanlah ia selalu kesehatan, dan jadikanlah hatinya tetap kepadaMu..
Jadikanlah ia sebagai hamba yang dapat meminum air dari telaga kautsarMu..
Bariskanlah ia di shaf terbaik dengan Rasulullah, sahabat dan mukmin lainnya..
Pakaikanlah ia jubah terbaik dari emas, hingga ia akan bangga di akhirat nanti..
Beratkanlah timbangan kebaikannya di yaumul mizan kelak..
Mudahkanlah Ia melewati jembatan shirotul mustaqimMu..
Ampunilah dosa-dosanya, haramkanlah tubuhnya dari panasnya nerakaMu..
Masukkanlah Ia ke surgaMu dari pintu manapun yang ia sukai..
Jadikanlah ia sebagai hamba pilihanMu yang dapat melihat wajahMu kelak..

Cintailah ia yaa Rabb, karena sungguh Ia begitu mencintaiku melebihi dirinya sendiri..
Ameen yaa Rahman..




Ibu, seberapa sempurnanya kehidupan orang lain, Bagiku kehidupanku lebih sempurna karena ada engkau yang selalu menemani, Selamat Hari Ibu, Bu..

**Kelebihan Ibu begitu banyak, namun Ibu memiliki satu kesalahan yang sangat Fatal, Yaitu
    IBU SELALU MELUPAKAN KESALAHAN ANAK-ANAKNYA**

Dedicated To: The Best Mom Ever In The World (MY MOM)
16 Muharram 1432 H/ 22 Desember 2010 M
When I feel My Life Full With Mother's Love