Showing posts with label Mengeja Mimpi. Show all posts
Showing posts with label Mengeja Mimpi. Show all posts

Friday, March 22, 2013

"Hidup Itu Pilihan"

Menjadi mahasiswa semester akhir itu ada senang ada juga sedihnya, senangnya mata kuliah yang diikutin sudah mulai berkurang, sedihnya skripsi yang ga kelar2 mulai menghantui tiap malam, dan tidak jarang terbawa mimpi (kebiasaan saya kalau ada sesuatu yang belum selesai pasti dipikirin sampai larut2 dan walhasil terbawa mimpi)--"

Tadi malam saya mengecek email dan ternyata ada email dari Kedubes Australia di Jakarta (Program AIYEP yang saya ikutin karena bekerja sama langsung dibawah Kementerian Luar Negeri Australia maka pihak pemerintah Australia terus memfollow-up para alumninya, sehingga hubungan kerjasama tidak terputus begitu saja) isi emailnya mengenai Australia Awards Scholarship atau yang dulu dikenal sebagai ADS. Pendaftaran sudah dibuka dan ditutup Juli ini, banyak alumni AIYEP yang kembali ke Land Down Under lewat jalur beasiswa ini. Begitu saya melihat email tersebut, langsung kegalauan menghantui. Gimana ga galau coba, bulan juli itu saya belum tamat dan saya masih dalam proses sidang skripsi (inshAllah, Amin) dan akan di wisuda paling cepat bulan Agustus. Itu artinya, saya tidak bisa meng-apply untuk scholarship periode 2014 ini. Karena jika saya mau apply, maka saya baru bisa meng-apply di tahun 2014 untuk keberangkatan tahun 2015. Galau pun semakin bertambah mengingat semester ini harus menjadi semester terakhir saya, itu artinya 19 sks yang masih saya ambil tidak boleh ada yang gagal. Jika tidak, saya akan semakin lama tamat, dan semakin lama S2 dan semakin lama menikah dan akhirnya saya harus rela mendengar ceramahan ibu saya di tahun2 usia saya semakin menua. Kebiasan saya yang selalu membuat plan hidup membuat saya semakin galau tingkat ASEAN, lol.

Mengapa saya bisa begitu lama tamat? well, sebenarnya masih dalam waktu normal, 4 tahun, meski meleset dari plan awal saya, yaitu 3,5 bulan. Jawabannya adalah Program AIYEP yang saya ikutin 2011 lalu, program ini berlangsung selama 5 bulan, dimana saya yang masih berstatus mahasiswa semester 5 dan harus rela mengambil PKA alias cuti kuliah selama 1 semester. Tapi mengutip dari PD3 Fakultas saya, beliau mengatakan "Hidup itu pilihan, Maulida". Yah, ketika itu memang saya harus memilih dan saya memilih tamat lebih lama daripada melewatkan kesempatan yang tidak semua pemuda di Indonesia mendapatkan kesempatan ini. Maksudnya setiap orang bisa keluar negeri, bisa ke Australia, baik dengan uang sendiri maupun beasiswa sekolah, namun hanya 18 pemuda tiap tahunnya (dalam kurun waktu 31 tahun belakangan ini) yang berkesempatan sebagai duta bangsa mewakili Indonesia di negeri kangguru tersebut. Pengalaman dan status yang diemban juga berbeda.

Dan program ini juga yang membuat nama saya sedikit dikenal para Dekanat di fakultas (meski sebelumnya sudah dikenal, ahem) hingga pihak rektorat. Untuk dekanat pastilah tahu, karena kan saya minta izin PKA melalui dekanat, namun untuk rektorat saya tidak pernah memberitahu apapun, dan terakhir saya tahu ternyata Dekan, PD2 dan PD3 saya yang "menyebarkan gosip" ini hingga ke Rektor, terima kasih banyak Pak buat promosinya, haha XD

Maka, begitu saya kembali dari program tawaran kompetisi nasional yang membutuhkan kemampuan bahasa inggris bahkan hingga mewakili universitas di luar negeri mulai berdatangan, ketika anggota satu tim saya yang lain di seleksi terlebih dahulu, saya langsung dipilih tanpa proses seleksi (kok kedengerannya ga adil yah? haha) dan beberapa kali dipilih menjadi ketua tim untuk mewakili kampus.

Benar, program ini ibarat batu loncatan bagi saya, dosen-dosen di fakultas juga sering kali memberi ekspektasi tinggi. Contoh ketika kompetisi Debat Mahkamah Konstitusi, saya ditawari seorang dosen untuk menjadi salah satu tim debater dan tahun berikutnya beliau juga masih menawari saya. Mungkin anggapan banyak orang bahwa orang yang pernah mendapat beasiswa keluar negeri melalui sebuah rangkaian tes yang lumayan panjang menguasai segalanya. Mungkin yah berlaku bagi beberapa orang, seperti senior-senior saya yang mempunyai kemampuan otak diatas rata2. Namun, tidak bagi saya, saya yang mengambil jurusan hukum internasional, yah jagonya di situ saja, kalau sudah masuk ranah hukum lain tidak sebegitu ekspert, apalagi hukum tata negara.

Program ini juga yang buat saya agak sedikit lebih terkenal di kampus karena beberapa dosen lumayan gencar menyebut2 nama saya di kelas2 adik junior, akhirnya masa itu datang juga, masa dimana nama saya yang disebut menggantikan nama-nama senior saya yang dulu paling sering disebut2 dosen sebagai mahasiswa yang patut dicontoh. Yah, meski saya masih ketinggalan jauh dibanding mereka, setidaknya saya "berlari" di lapangan yang sama *menghibur diri sendiri haha

Dan kemarin juga seorang dosen setelah selesai mengajar kuliah ketika saya hampir meninggalkan kelas beliau, saya dipanggil, ternyata beliau sedang dalam proses pengajuan program research di Leiden Universiteit, Belanda. Beliau kemudian menunjukkan saya proposal research yang akan beliau ajukan dan meminta pendapat saya apakah proposal tersebut bagus atau tidak. Kontan saya terkejut, I meant saya ini tamat S1 saja belum bagaimana bisa dimintai pendapat untuk memeriksa proposal yang diajukan seorang doktor. weleh, weleh, tapi untuk menghargai sang dosen atas kepercayaan terhadap saya, maka saya pun membaca skimming dan kemudian meyakinkan beliau bahwa proposal tersebut sangat bagus. Well, proposal tersebut memang bagus,  menurut saya idenya orisinil dan aplicable. Di akhir beliau minta tolong saya membantu beliau mengkoreksi terjemahan bahasa inggrisnya dan langsung saya iyakan sebagai balasan atas ilmu beliau, halah haha.

Intinya yah, memang tanpa program tersebut kehidupan mahasiswa saya mungkin tidak akan semulus dan sebaik sekarang ini, jadi seperti kata PD3 saya yang selalu mensupport saya dalam banyak hal "Hidup itu pilihan, Maulida". Saya telah memilih, maka saya telah bersedia untuk menerima kebaikan dari pilihan saya begitu juga dengan konsekuensi2 yang harus saya hadapi kedepannya. Biarlah lama tamat asalkan berkualitas, asiik.

At the end, menyerahkan segalanya kepada Sang Maha Perencana adalah jalan paling terbaik dan paling teraman untuk saya tempuh. Semoga rencana yang saya susun berjalan lancar dan diridhoi Allah, jika pun berubah, saya yakin rencana Allah lebih baik dari rencana maupun mimpi yang saya tuliskan... "Allah knows, while you may know not"


Saturday, February 23, 2013

Tips Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (Provinsi Sumatera Utara)



Dear, saudara-saudari yang ingin mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2013 khususnya Propinsi Sumatera Utara, ada baiknya membaca tulisan ini terlebih dahulu agar setidaknya anda mengetahui gambaran seleksi yang akan anda hadapi 1bulan lagi. Saya sebagai alumni Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA) atau yang disebut juga AIYEP (Australia-Indonesia Youth Exchange Program) 2011-2012 ingin membagi sedikit tips mengenai seleksi PPAN. Sebelumnya saya akan menjelaskan sedikit mengenai PPAN.

Program Pertukaran Pemuda Antar Negara adalah program yang diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah RI (Kementerian Pemuda dan Olahraga RI) dengan pemerintah negara-negara sahabat. Program ini sendiri telah diselenggarakan sejak tahun 1973. Program-program tersebut yaitu :

  • Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada (ICYEP)
  • Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (AIYEP)
  • Pertukaran Pemuda Indonesia-ASEAN&Jepang (SSEAYP)
  • Pertukaran Pemuda Indonesia-Malaysia (IMYEP)
  • Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea Selatan (IKYEP)
  • Pertukaran Pemuda Indonesia-China (CHIYEP)

Masing-masing program tersebut memiliki karakteristik yang berbeda walaupun terdapat persamaan yang mendasar, yaitu menjadi perwakilan pemuda Indonesia di level internsional. Disini para pemuda dididik dan diberikan pengalaman untuk lebih menghargai Indonesia sebagai salah satu bangsa di dunia yang siap bekerja sama dan menghargai bangsa-bangsa lain dalam pembangunan global.

Salah satu hal paling menarik dari program pertukaran adalah kesempatan untuk memperluas persahabatan dengan pemuda dari berbagai belahan dunia. Jejaring internasional yang kuat akan sangat membantu pengembangan diri dan karir di masa mendatang. Program pertukaran akan menjadikan peserta sebagai warga dunia (citizens of the world) yang berkontribusi pada masyarakat dengan kekuatan yang dimilikinya di mana pun mereka berada. (Ali Murtadhonuri Alumni AIYEP 2010) *

Pada saat program berlangsung seluruh biaya akan ditanggung oleh pemerintah Indonesia dan pemerintah negara terkait, mulai dari visa, transportasi, akomodasi bahkan uang saku juga akan diberikan. Intinya peserta tidak akan mengeluarkan sepeserpun, kecuali bagi yang belum memiliki paspor, maka paspor harus diurus sendiri oleh peserta yang dinyatakan lolos.

Seleksi PPAN diselenggarakan oleh DISPORA (Dinas Pemuda dan Olahraga) bekerja sama dengan PCMI (Purna Caraka Muda Indonesia) di propinsi masing-masing. PCMI sendiri beranggotakan seluruh alumni PPAN. Setiap propinsi biasanya memiliki sistem yang berbeda pada penyeleksian, namun memiliki standarisasi yang sama pada umumnya. Hanya berbeda pada teknis penyeleksian. Maka, dari itu saya mengkhususkan tulisan ini untuk peserta seleksi PPAN di propinsi Sumatera Utara, namun tulisan ini paling tidak sedikitnya dapat menjadi bahan referensi bagi peserta di propinsi lain.

Tahun 2013 ini adalah tahun kedua saya menjadi panitia, 2012 lalu seminggu setelah saya menyelesaikan program, saya dan rekan PPAN SUMUT lainnya langsung diberikan amanah untuk menjadi panitia seleksi PPAN 2012. Seleksi dilakukan secara sangat confidential, artinya tidak ada KKN dan bersih dari kecurangan apapun. Saking confidentialnya proses penyeleksian yang dilakukan, saya dan panitia lainnya tidak pernah mengetahui soal yang dibuat oleh juri hingga hari seleksi ketika kami membagikan kertas soal kepada peserta. Panitia tidak pernah mengetahui siapa pemenang final yang terpilih hingga pada saat kertas pengumuman ditempel di mading DISPORA SUMUT. Jadi, anda dapat percaya bahwa program penyeleksian ini adalah murni tanpa KKN atau kecurangan apapun, panitia dan juri selalu berusaha yang terbaik untuk menjaga keconfidentialan program penyeleksian PPAN setiap tahunnya.

Informasi lebih lanjut mengenai seleksi PPAN dapat anda lihat di Facebook Page PCMI SUMUT :
http://www.facebook.com/pcmisumut?fref=ts

TIPS 1 :

Berkas
Dalam penyeleksian PPAN oleh PCMI Sumut tidak dilakukan seleksi berkas, sehingga seluruh peserta berhak untuk mengikuti tes seleksi. Mengapa kami tidak melakukan seleksi berkas? Karena kami percaya bahwa setiap orang memiliki kelebihan masing-masing yang tidak hanya diukur dari banyaknya prestasi yang dituliskan diatas kertas A4 dan banyaknya kegiatan yang anda ikuti, meski kedua hal tersebut penting, namun PPAN bukanlah program dimana hanya orang pintar lah yang akan terpilih, namun mereka yang bisa mewakili ciri khas pemuda Indonesia-lah yang terpilih

Meskipun, tidak ada seleksi berkas, berkas yang saudara serahkan haruslah lengkap memenuhi syarat, jika tidak kami akan meminta saudara untuk melengkapinya atau saudara tidak bisa mengikuti seleksi. Sebelum anda menyerahkan berkas ke sekretariat PCMI, lakukan double check agar memastikan berkas sudah lengkap dan memenuhi syarat, susun berkas dengan rapi. Ada baiknya anda menyiapkan berkas cadangan untuk berjaga-jaga, contoh jika pas photo yang diminta sebanyak 6 lembar anda dapat menyiapkan 9 lembar.Sehingga jika ada suatu kesalahan atau apapun anda dapat menggunakan cadangan yang anda punya. Karena pengalaman sebagai panitia, kami seringkali menemukan peserta yang harus bolak-balik karena kurangnya berkas yang diminta, maka DOUBLE CHECK dan siapkan CADANGAN.

Lebih cepat anda menyerahkan berkas lebih baik, sehingga anda tidak terburu-buru dan jika ada kekurangan anda masih memiliki waktu untuk melengkapi atau memperbaikinya.

Syarat dan jadwal seleksi dapat anda lihat pada brosur dibawah ini






TIPS 2 :

Seleksi I
Seleksi I biasanya tes yang diberikan adalah Written Test/Tes Tulis berupa TOEFL Test dan General Knowledge setelah kedua tes selesai akan dilanjutkan dengan Group Discussion dan Group Presentation (Terdapat perbedaan sistem setiap tahunnya dilakukan oleh juri, mengenai sistem penyeleksian namun jenis-jenis tes yang dilakukan tetap sama, hal ini untuk menjaga keconfidentialan penyeleksian).


Hal yang perlu saudara siapkan adalah :

1. Stationary atau alat tulis, pastikan anda membawa pensil, pulpen, penghapus, tipe-x, dan alat tulis lainnya yang anda rasa perlu (Ingat untuk membawa cadangan !!)
2. Papan Ujian.
3. Sapu tangan/ Tisu sangat penting untuk dibawa jika anda orang yang mudah berkeringat atau dalam kondisi flu ketika mengikuti seleksi karena tes memakan waktu yang cukup lama.
4. Laptop untuk Group Presentation (Optional)

PENTING !! Jangan lupa untuk membawa kwitansi pembayaran biaya pendaftaran pada saat hari seleksi I

Hal penting lainnya yang perlu anda siapkan sebelum seleksi adalah :

Written Test
Berlatihlah menjawab tes-tes TOEFL yang bisa anda dapatkan dari buku-buku TOEFL yang dijual dipasaran. Membaca koran, mengikuti current issue yang terjadi baik nasional maupun internasional melalui media elektronik atau media massa lainnya, karena soal test adalah general knowledge, pertanyaan dari ASEAN hingga penemu Iphone dapat muncul di soal ujian.

Group Discussion dan Group Presentation
Bagi anda yang sulit mengungkapkan pendapat didepan umum atau sering mengalami grogi atau nervous berbicara didepan publik ada baiknya berlatih public speaking sehingga anda tidak pasif selama diskusi. Dan bagi anda yang terbiasa memimpin suatu diskusi ada baiknya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertindak sebagai ketua grup (ingat jangan terlalu mendominasi, jadikan talk and listen seimbang). Pada saat presentasi jadilah kreatif dan tidak kaku, usahakan seluruh anggota grup mendapat kesempatan presentasi.

Tahun lalu sistem penyeleksian berubah dari sistem penyeleksian tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2012 sistem penyeleksian menggunakan sistem gugur. Tidak semua orang akan melanjutkan ke seleksi kedua, akan ada yang tersisih di hari pertama. Tim juri akan menetapkan sebuah "Passing Grade" untuk hari pertama, hanya mereka yang lolos passing grade yang akan melanjutkan seleksi di hari kedua.

Nama-nama yang lulus seleksi I akan diumumkan di hari seleksi itu juga. Maka jangan anggap remeh seleksi I karena seleksi ini menentukan apakah anda dapat melanjutkan atau tidak.


Seleksi II
Seleksi II biasanya adalah tes wawancara yang terdiri dari National and International Issue, Personality, dan Art, Skill and Tourism test.

Apa yang perlu anda siapkan?

1. National and International Issue
Persiapkan diri anda dengan pengetahuan mengenai current issues yang terjadi baik nasional dan internasional, baca koran, ikuti berita dan isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat.

2.Personality and Leadership
Pada tes ini, jadilah diri anda sendiri, jangan mengubah diri anda menjadi orang lain. Karena hal itu akan membuat anda terlihat tidak jujur, juri mempunyai pertanyaan-pertanyaan yang dapat menilai apakah anda layak untuk menjadi perwakilan Indonesia khususnya Sumatera Utara dikancah Internasional. Ingat, program ini bukanlah program yang hanya membutuhkan kepintaran, Attitude comes first.

3. Art, Skill and Tourism
Pada tes ini anda akan diuji pengetahuan kedaerahan anda, maka ada baiknya sebelum tes anda mencari tahu mengenai propinsi sumatera utara, google dan wikipedia dapat dijadikan referensi. Pada tes ini juga anda akan diminta untuk menunjukkan kebolehan anda dalam bidang seni. Berlatih beberapa tarian asal Sumut sebelum tes sangat dianjurkan. Siapkan perlengkapan yang diperlukan untuk pertunjukkan anda, contoh kaset, cd, mp3, alat musik, atau material apapun yang dibutuhkan untuk mendukung pertunjukkan anda. Ingat seni tidak hanya menyanyi dan menari. Saya pribadi adalah satu dari peserta yang lulus bukan dengan seni tari dan menyanyi. Pada saat seleksi instead of dancing or singing saya menggambar desain baju langsung didepan juri (saya mendisain baju modern dengan menggunakan unsur-unsur tradisional di desainannya), dan pada saat final saya harus membawa satu contoh hasil desainan saya. Jadi intinya, apapun kelebihan atau skill yang anda miliki, jangan ragu untuk menunjukkannya kepada juri. Hal yang anda butuhkan hanya satu, PERCAYA dengan kelebihan yang anda punya... :)

Hasil seleksi kedua biasanya akan diumumkan di hari itu juga.

Seleksi III

Biasanya adalah Final, disini peserta sudah mengerucut menjadi lebih sedikit, jumlahnya tidak lagi ratusan namun hanya puluhan, 20-30. Di final, sistem penyeleksian selalu berbeda tiap tahunnya, lagi-lagi demi keconfidentialan penyeleksian. Pada final seluruh juri biasanya akan berkumpul menjadi satu dan peserta akan diwawancara secara sendiri-sendiri. Kedengaran menyeramkan? Yah, memang begitulah situasinya, hampir setiap peserta yang masuk dengan air muka yang cerah akan keluar dengan wajah yang suram. Bukan maksud untuk menakut-nakuti, namun agar anda dapat menyiapkan mental anda dengan baik.

Yang perlu anda siapkan adalah
1. MENTAL, ini sangat perlu, apapun yang terjadi di ruang penjurian, Dont let it bring you down !!

2. PERCAYA DIRI, yakinlah bahwa anda bisa, jika anda sendiri tidak yakin dengan diri anda, bagaimana orang lain dapat mempercayakan suatu amanah yang besar kepada anda?

3. Perkuat PENGETAHUAN anda

4. Pelajari NEGARA TUJUAN anda. Contoh, jika anda memilih Australia sebagai negara tujuan, sebelum seleksi (tidak hanya seleksi ke III namun dari seleksi I) cari informasi mengenai Australia terutama Program Pertukaran Indonesia-Australia (AIYEP) itu sendiri, anda dapat mencari tahu dari internet atau bertanya langsung kepada alumni program tersebut. Ingat, isi pengetahuan anda sebanyak-banyak mengenai Australia. Karena juri akan ragu memilih anda jika anda sendiri tidak mengetahui sama sekali mengenai negara yang menjadi tujuan anda.

Since its final, maka disinilah anda harus benar-benar memberikan seluruh effort yang anda punya, bukan berarti di seleksi sebelumnya anda tidak harus memberikan yang terbaik dari anda, namun inilah Final, akhir dari proses perjuangan anda. Pada akhirnya anda sendirilah yang menentukan apakah anda layak untuk dipilih atau tidak...

Hasil seleksi akan diumumkan seminggu setelah final di mading DISPORA SUMUT

Hal terakhir yang yang paling penting adalah DOA
Yah, jika usaha sudah, maka perbanyaklah doa. Tidak ada yang tidak mungkin if you have faith in Allah... Kun Fayakun, Jadi maka jadilah... Usaha anda akan sia-sia jika anda tidak meminta kepada yang Maha Mewujudkan keinginan anda...

Pada akhirnya, apapun hasil seleksi yakinlah itu yang terbaik untuk anda, yakinlah ini hanya soal waktu jika anda tidak mendapat kesempatan tahun ini, mungkin tahun berikutnya selama usia anda tidak lebih dari 30 tahun dan selama anda masih berstatus belum menikah anda masih memiliki kesempatan. Dan yakinlah bisa jadi ada jalan lain buat mimpi anda, bukankah banyak jalan menuju Roma? :)

Tetap semangat dan sampai jumpa di seleksi PPAN berikutnya !!

Sincerely,



Maulida Hadry Sa'adillah
(AIYEP 2011-2012)


Nih biar tambah semangat saya kasih beberapa foto selama saya mengikuti program AIYEP (maaf jika fotonya random dan tidak sesuai order, karena saya mengedit post ini terburu-buru), untuk program yang lain mohon minta ke alumninya langsung yah ;)


   Pertama kali menjejakkan kaki di Sydney berpose di depan Harbour Bridge mengenakan        seragam garuda (Attire One) dengan Koordinator AIYEP Deane Edgecombe 


  
 
   
      Ice Skating di Adelaide



 


    Universty of South Australia (UniSA)


 
     

     Adelaide Law School 




    Saatnya Pose BEBASSSS !!!




             Dolphin Watch dengan Host Family, The Hadland (Kangaroo Island, South Australia) 





     Harbour Bridge Lagiiiiii....




   Bersama supervisor sekaligus senior lawyers di tempat magang (work placement) di Allen Burtt Legal Services, King William Road, Adelaide, SA



Untuk pertama kalinya Tari Saman dipertunjukkan di depan Opera House, tentu saja oleh   AIYEP 2011-2011 :)





    Courtesy Call (Kunjungan Kehormatan) ke Walikota Adelaide, SA





Courtesy Call ke Kementerian Luar Negeri Australia, Polisi Federal Australia, Ketua Imigrasi Australia dan Ketua Indigenous People Australia





   Cultural Performance AIYEP 2011-2012




    Saat-saat mengantri untuk check-in Qantas Airlines Jakarta-Sydney




     Feeding a kangaroo di kebun binatang, Kangaroo Island, SA






    Ini dia binatang lucu legendarisnya Australia, KOALA !! (Kebun Binatang di Adelaide, SA)




    Tari Saman di depan Opera House





     Bersama Walikota Kangaroo Island, SA




    
Feeding Pigeons di North Terrace, Adelaide, South Australia (SA)





Hari Ke-2 di Australia, Courtesy Call (AIYEPers antara serius mendengarkan pidato dari direktur DFAT (Department of Foreign Affairs and Trade Australia) dan mengantuk karena Jetlag, haha






My Farewell Party di workplacement, Island Beehive PTY LTD, Kangaroo Island, SA (FYI : Semua masakan Indonesia yang ada diatas meja saya masak sendiri loh dan dibantu oleh Sue, supervisor saya yang baik hati, tentunya bahan makanannya juga dibayarin oleh Sue dong hehe)





    Weekend chilling at Glenelg Beach, Adelaide, SA





Kenang-kenangan Ulos untuk supervisors yang baik hati dan pengertian (Sue dan Peter Davis)





     Adik Asuh AIYEP 2011-2012





    Chilling on the beach, againnnnn !! Remarkable Rocks, Kangaroo Island, SA





    Murid-murid saya di workplacement Woodville Primary School, Adelaide, SA





    Bersama dengan Australian AIYEPers courtesy call ke rumah Gubernur Australia Selatan




    AIYEP 2011-2012 (South Australia Governor's Residence, Adelaide, SA)






    On-Board, Qantas Airlines, Jakarta-Sydney (7 Hours)





    Tari Saman dan Opera House, lagiii...





                                                         University of South Australia





     Pose bersama His Excellency South Australia Governor di kediaman beliau





    
    AIYEP 2011-2012 Farewell Party at Australia Ambassador's Residence, Jakarta, Indonesia





     AIYEP di depan residen gubernur Australia Selatan





AIYEP 2011-2012 pose bersama Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bapak Greg Moriarty bersama Ibu Sanchi Davis






      With His Excellency Mr.Greg Moriarty (Australian Ambassador to Indonesia)




    My favorite host family, The Hadland, Kangaroo Island, SA








    The Art Gallery of South Australia





                                 Name tag dan pin legendaris Australia and Indonesia Flags





                                                 
                                                ------------------THE END-----------------

Friday, September 28, 2012

Intanshurullah Yansurkum !! (Episode : My Dreams)

Hari ini, saya merasakan luar biasa bahagia, subhanAllah bahkan kata-kata tidak dapat menggambarkan betapa luar biasanya nikmat yang telah Allah berikan kepada saya di bulan ini. Dan luar biasanya lagi nikmat itu datangnya secara beruntun !!

Dimulai dari moto baru hidup saya yang telah lama saya camkan di dalam hati, kalimat penguat yang tak pernah membiarkan saya terjatuh dan menyerah di jalan Allah ini. Yah, kalimat itu adalah sepenggal ayat dari Al-Quran Karim "Intanshurullah Yansurkum (Jika kamu menolong Allah (Agama Allah) maka Allah akan menolongmu)"

Kalimat yang membuat saya yakin jika saya, meski hanya sedikit berkontribusi dijalanNya maka Allah akan membalasnya. Bahkan lebih !!

Diawali dengan niat untuk mendedikasikan diri ke Musholla kampus, untuk menebus rasa bersalah saya yang sudah hampir setahun melepas adik2 musholla begitu saja dengan segudang alasan kesibukan dan tak punya waktu. Akhirnya dimulai lah dari niat, saya tegaskan baru NIAT. Saya berniat mengajar adik2 musholla bahasa inggris hingga lancar dan mempersiapkan mereka untuk mendapat beasiswa2 luar negeri yang tersedia bagi mahasiswa S1. Sekali lagi saya tekankan baru niat, saya memang sudah mengkoordinasi adik2 untuk mendata peserta yang mau ikut kursus bahasa inggris cuma-cuma ini dan sekaligus pelatihan beasiswa abroad tersebut. Namun, karena kepergian saya ke Bangkok dan Jakarta selama 2 minggu ke depan, membuat kegiataan ini tertunda hingga kepulangan saya ke Medan.

Kemudian, 3 hari yang lalu adik2 akhwat musholla meminta saya untuk menjadi coach tari Saman untuk pertunjukkan Fakultas Hukum di acara Keputrian Dakwah Expo se-USU di Auditorium. Program AIYEP yang saya ikuti beberapa bulan lalu, alhamdulillah membuat saya dapat dikatakan sedikit pro dalam hal menari Saman.

Maka, 3 hari kemudian saya melatih 13 orang adik2 akhwat musholla dari sore hingga malam, meski kegiatan kampus padat, belum lagi persiapan ILSA (International Law Student Association) untuk study tour ke Bangkok lusa nanti membuat saya mau tak mau harus rela badan ini remuk redam karena tambahan "menyaman" intensif.

Namun, berkali2 saya meyakinkan diri dan mengulang-ulang kalimat ampuh yang saya yakin keampuhannya karena saya sendiri sudah berkali-kali membuktikan hal tersebut. "Intanshurullah Yanshurkum !!"

Bukan tak bisa bagi saya untuk memakai waktu saya mengajar anak-anak musholla untuk mengajar kembali secara profesional (dibayar maksudnya) di luar sana. Berkali-kali tawaran itu datang, dan gaji yang ditawarkan cukup menggiurkan. Namun, itu dia, kalimat itu yang membuat saya yakin untuk melakukan jual beli dengan Allah instead of human dan ayat Allah lainnya semakin menguatkan saya...

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan surga untuk mereka."(QS. 9:111)

Karena logika saya begini jika sebulan saya mengajar 7 siswa yang masing-masing membayar 1 juta maka total yang saya dapat sebulan adalah 7 juta. Income standar yang biasa saya dapatkan ketika mengajar dulu. Namun, kemudian saya berfikir dengan "Faith" yang saya miliki, jika saya mengajar adik2 Musholla itu secara cuma2, maka saya tidak akan mendapatkan seperser rupiah pun dari mereka, tapi saya akan mendapat bayaran dari Allah sesuatu yang lebih besar, sesuatu yang saya harapkan, bahkan sesuatu yang tidak pernah berani saya idam-idamkan karena begitu tingginya. Apa yang tidak mungkin bagi Allah? Cukup hanya dengan "Kun" Nya maka Jadilah !!

Dengan keyakinan itu saya bertekad, oke saya akan jual beli dengan Allah dan bukan manusia.

Sebelumnya Allah telah membayar kontribusi saya itu meski baru berbentuk niat. Dengan kemudahan proses persiapan keberangkatan study tour ILSA minggu ini. Saya mendapat team yang solid, teman yang luar biasa hard working, yang bahkan saya rasa mereka lebih banyak bekerja dibanding saya yang ketua ILSA, Dosen2 Departemen Hukum Internasional yang luaarr biasaaaa kontribusinya, tanpa usaha dan kerja nyata beliau-beliau maka sulit untuk mencapai persiapan yang hampir sangat matang sekarang ini.

Hal itu kemudian semakin saya rasakan ketika kemudahan datang lagi lewat diterimanya universitas kami di universitas terbaik di Thailand dan bahkan Asia Tenggara. Ada sedikit hambatan memang sebagai contoh permohonan "Courtesy Call (Kunjungan Kehormatan) kami ke KBRI Bangkok sempat tidak dapat dipenuhi oleh Atase disana, karena satu dan dua hal. Namun, dosen HI yang luar biasa tetap berusaha hingga kemudian melalui alumni kampus yang sekarang menjadi Kepala Pusdiklat Kemlu, beliau langsung mengirimkan "surat berita resmi" dari Kementrian Luar Negeri kepada KBRI Bangkok untuk memenuhi permohonan courtesy call kami tersebut. Dan, Alhamdulillah tadi kami mendapat pernyataan langsung dari Kepala Pusdiklat Kemlu bahwa Duta Besar RI untuk Bangkok sendiri yang akan menerima kami di KBRI Bangkok nantinya. SubhanAllah, lagi-lagi, Intanshurullah Yansurkum !!

Dan nikmat yang luar biasa lainnya baru saja datang menghampiri saya siang ini. Pertunjukkan saman adik2 akhwat BTM Aladdinsyah di Auditorium benar-benar membuat saya bangga kepada mereka. Para penonton tersihir dengan kekompakan tarian saman mereka yang meski hanya dipelajari 3 hari namun telah menghasilkan gemuruh tepuk tangan yang luar biasa dari penonton. Bahkan penonton menobatkan pertunjukkan saman kami adalah pertunjukkan terbaik diantara semua fakultas. Senang, bangga, itu hal yang saya rasakan. Sakit dan rasa capek yang mendera saya selama melatih saman hilang seketika melihat wajah adik2 tersenyum senang dan haru karena tepuk tangan penonton atas apresiasi mereka terhadap gelombang kekompakan dari team "Kutiding" ini. Begitu mereka menyebut grup saman dadakan mereka, mengutip salah satu lirik dari syair saman.

Belum selesai rasa bahagia itu, ketika saya dan adik2 bercengkrama sebentar di Musholla, mengulang kembali hal-hal selama di atas panggung pertunjukkan. Seorang dosen HI tiba-tiba datang langsung ke Musholla untuk mencari saya. Saya sampai heran ternyata beliau sudah mencari saya hingga ke seantero fakultas. Saya fikir urusan study tour, ternyata dosen HI dan ketua departemen membawa kabar gembira untuk saya. Lewat beberapa lembar kertas yang berkop surat-kan "Kementrian Luar Negeri RI". Ternyata saya diutus untuk mengikuti "Pelatihan Delimitasi Batas Maritim" di Bali tanggal 10-12 Oktober nanti. Yaa Rahman, langsung mata saya mendadak berbinar, pelatihan tersebut adalah pelatihan ke-8 dimana pelatihan tersebut di hadiri langsung oleh pakar-pakar Hukum Internasional dari Amerika dan Australia dan Diplomat-diplomat yang membahas batas-batas maritim Indonesia dengan hampir 9 negara !! Yaa Rahman, itu pelatihan impian para akademisi hukum internasional, terlebih-lebih hukum laut internasional. Bagaimana tidak, pelatihan tersebut dilaksanakan secara terbatas dan tidak terbuka untuk umum. Di surat itu tertulis bahwa peserta pelatihan tersebut hanya para pejabat dari instansi yang menangani atau diproyeksikan untuk menangani masalah penetapan batas maritim, atau mahasiswa berprestasi dalam bidang hukum internasional di lingkungan fakultas hukum di universitas yang terpilih. Dan ternyata dari seluruh universitas di Indonesia, hanya 4 universitas yang beruntung mendapatkannya, salah satunya adalah USU.

Awalnya, saya katakan kepada dosen saya kalau saya masih berada di Jakarta pada tanggal tersebut, namun secara cepat saya katakan saya akan mempercepat kepulangan dan siap untuk ikut pelatihan. Meski saya harus merelakan PDT AIYEP yang saya tunggu2, meski saya harus merelakan bercengkrama dengan teman2 AIYEP yang sudah luar biasa saya kangenin. But, Hey, siapa yang mau melewatkan kesempatan ini, dimana hanya ada 4 mahasiswa dari seluruh Indonesia yang beruntung dapat bergabung di pelatihan internasional ini, dimana pelatihan ini mungkin dapat menjadi turning point bagi saya di kemudian hari. Dan luar biasanya lagi, saya sudah lama jatuh cinta pada hukum laut internasional, bahkan berniat skripsi saya dan master saya adalah hukum laut internasional. UNCLOS meski setebal bantal dan seberat baja, tetap merupakan konvensi terfavorit saya. Dan, Alhamdulillah, Hukum Laut Internasional semester kemarin saya mengantongi nilai A, meski sulit mendapatkan A dari dosen tersebut, namun lagi2 Allah begitu baik sehingga saya mendapat nilai tersebut. Jika tidak kesempatan ini bisa raib begitu saja dari saya karena salah satu syaratnya selain nilai IPK minimal 3.00, nilai Pengantar Hukum Internasional yang harus A dan TOEFL minimal 550, nilai Hukum Laut Internasional juga harus lah A. Lagi-lagi saya rasakan kebenaran janji Allah, yah, Intansurullah Yansurkum !! Jika bukan karena pertolongan Allah, maka saya tidak akan dapat nilai A dari dosen tersebut, bahkan saya sempat syok melihat nilai A untuk Hukum Laut Internasional tersenyum manis di Portal KRS. Yaa Rahman, Allah benar2 memudahkan jalan saya.

Beribu-ribu, bahkan berjuta-juta hamdalah tak akan cukup untuk membayar apa yang telah Allah berikan kepada saya hingga detik ini. Yaa Rahman, begitu luar biasanya Engkau dan begitu kuasanya Engkau merubah hal yang tak mungkin menjadi mungkin.

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (QS. 2:245)

Jangan ragu menolong agama Allah, karena yakin lah Allah akan menolongmu dari jalan yang tidak disangka-sangka. INTANSHURULLAH YANSURKUM !!

Tuesday, May 22, 2012

Sebuah Kontemplasi Masa Depan

Ehmm, kira-kira sudah hampir 1 bulan saya tidak menulis di blog ini, takut kalau ini blog dicuekkin mulu bisa-bisa nasibnya sama terlantarnya dengan blog pink saya yang dulu, hehe..
Oke setidaknya ada beberapa hal yang ingin saya ceritakan di blog ini, semuanya sih tentang kesibukan beberapa waktu belakangan yang membuat saya khilaf sehingga menelantarkan blog ini, Maaf blog, hikksss *ambiltisuhapusairmata haha

Beberapa minggu lalu saya diamanahkan kembali untuk menjadi MC di Diskusi Jurnalistik kerjasama antara Indonesia Lawyers Club tvone dan Fakultas Hukum USU. Tau kan yah ILC itu apaan? yup, acara adu tanpa jotos yang dipandu oleh jurnalis hukum senior Bang Karni Ilyas. Subtansinya sih katanya hukum tapi untuk dijadikan referensi hhmmm, we need to rethink thousand times, sometime it only talks non sense.. Itu menurut pendapat saya, yang lain sih diberi kebebasan berfikir berbeda dengan saya :)

Ada suatu masalah juga terkait dengan hal itu, but it was solved, dan Alhamdulillah tidak terlalu membuat saya bagaimana2, meski sedikit rada pusing nyelesainnya hehe..

Dan minggu lalu, saya diundang untuk menjadi tamu di acara Talk Show pada suatu radio swasta terbesar dan cukup terkenal di Medan, City Radio FM. Talk Show-nya berbahasa inggris. Awalnya si mbak penyiar menghubungi saya dan bilang kalau talk show nya mengenai program keluar negeri saya kemarin, jadi saya fikir pembahasannya pastilah tidak jauh-jauh dari pengalaman saya selama di Australia beberapa bulan lalu. Saya santai, tidak ada persiapan dan juga tidak nervous, karena saya tipe orang yang bila mempersiapkan matang2 malah biasanya bisa buyar dan kacau, jadi membiarkan semuanya mengalir begitu saja lebih bekerja dan berhasil buat saya.

Sabtu, 12 Mei 2012, tepat pukul 10.00 WIB diantar Ibu ke Stasiun City Radio FM, sempat kesasar beberapa kali (ya, yah, gelar bolang memang tepat buat saya -_-) sedikit meleset 5 menit dari waktu yang dijanjikan, saya diantar satpam kedalam Gedung City Radio FM, gedungnya cukup besar, memiliki 3 lantai dengan dekorasi menarik, elegan dan terkesan mewah, lalu di lantai satu saya disambut dengan Kak Meyme, penyiar yang akan memandu "Saturday Fiesta Talk Show" nantinya, beliau langsung membawa saya ke lantai 3 tempat siaran berlangsung.

Lagi-lagi, saya lumayan terpesona dengan interior ruang studio siaran, karena ruangannya sangat comfy, luas, keren dan elegan. Kita langsung start siaran, awalnya sih pembicaraan sekitar memperkenalkan diri saya, mulai kegiatan, hoby dan lain-lain, lalu masuk ke topik tentang pengalaman selama saya di luar negeri. Sampai disitu sih masih terkesan "normal" dan berada di dalam jalur, lalu sebelum on air lagi selama break, Kak Meyme meminta saya untuk membaca suatu artikel mengenai gay, dan beliau mengatakan bahwa saya akan ditanyai pendapat terkait issue tersebut, dan yang pasti harus dijawab secara diplomatis dan no offense.

Tidak ada masalah pada part "gay" tersebut, namun yang menjadi masalah adalah pertanyaan selanjutnya, Kak Meyme tanpa memperingatkan lebih dulu, langsung todong saya dengan pertanyaan yang membuat saya mati keki, dan bingung mencari jawaban. Beliau bertanya tentang pengalaman "Love Life" saya, otomatis respon saya pertama kali adalah tertawa. Kebiasaan saya setiap diberikan pertanyaan atau statement yang membuat saya blushing adalah meresponnya dengan tertawa terlebih dahulu, karena ketika tertawa otak kiri saya akan sibuk mencari jawaban tepat yang dapat "menyelamatkan" saya tanpa membuka privasi saya lebih dalam namun jujur.

Yah, seperti yang sudah diketahui jika membaca post saya sebelumnya, maka akan ketahuan bahwa saya tidak pernah punya pengalaman percintaan. Selama 21 tahun 6 bulan usia saya, tidak pernah menjalin hubungan spesial dengan lawan jenis, pacaran istilah anak mudanye. Pertama, karena prinsip, dalam kamus saya tidak dikenal istilah pacaran sebelum menikah, yang ada pacaran setelah menikah. Lantas, pertanyaan selanjutnya yang biasa ditanya orang2 kalau saya bilang tidak pernah pacaran adalah "Have I ever fell in love?" Maka jawabannya akan sama "TIDAK". Eits, tunggu bukannya saya tidak normal, jelas saya normal. Namun, setiap orang mendefinisikan cinta dengan arti yang berbeda, bagi saya cinta kepada lawan jenis  adalah ketertarikan yang tercipta atas kehendak Allah, yang kemudian melahirkan komitmen atas nama Allah, sebuah perjanjian yang sekuat perjanjian para nabi, Mitsaqaan Gholizon, lalu timbul lah suatu tanggungjawab dan kasih sayang yang dalam pelaksanaanya sesuai dengan Al-Quran dan Hadits. Dan menurut definisi tersebut bagi saya, Cinta adalah Pernikahan.

Dan, si Mbak Penyiar juga bertanya tentang kriteria pria idaman saya, aseeekkk.. Part mengkualifikasikan pendamping hidup selalu menjadi bagian paling menarik bagi tiap perempuan, hehe..

Pada dasarnya saya bukanlah orang yang terlalu menargetkan syarat ketat, meski teman2 lain sering bilang "Im picky on guy". Namun, memang ada beberapa syarat yang meski tidak berlaku mutlak tapi yah tetap jadi prioritas bagi saya.. Dan kualifikasi tersebut sejalan dengan yang diutarakan oleh Ibu angkat saya di Kangaroo Island, Australia, Anna Hadland sebelum melepas kepergian saya kembali ke Tanah Air.

1. Religious
Saya berharap orang yang mendampingi saya kelak adalah pasti seorang muslim yang baik, menjalankan kewajiban agama dan sunnah rasul beserta sifat hanif yang dimilikinya adalah syarat penting yang paling utama bagi saya, karena dia akan menjadi imam bagi saya dan anak-anak kami kelak.

2. Intelligent
Lalu, saya ingin dia lebih pintar dan berwawasan luas dari saya, mengapa? karena bagi saya dalam suatu hubungan, komunikasi adalah hal yang sangat penting. Saya membutuhkan seorang pendamping yang tidak hanya menjadi partner hidup saya namun juga sebagai imam bagi saya dan anak-anak kami kelak di masa depan, tentulah seorang yang cerdas dan mampu memimpin keluarganya adalah yang saya butuhkan. Seperti tipe golongan darah O lainnya, saya memiliki sifat dominan dalam ke-leadership-an, dan saya butuh seorang yang cerdas dan lebih berwawasan luas yang bisa menundukkan kedominasian saya dengan keintelektualannya. Karena terbukti, selama pengalaman saya, kedominasian saya selalu tunduk pada mereka yang memiliki keintelektualan. Selain itu, saya membutuhkan seseorang yang tidak hanya bisa berbicara tentang cinta dan hal romantis semata namun juga seseorang yang bisa saya ajak bertukar fikiran mengenai permasalahan yang ada baik domestik (rumah tangga) maupun sekedar isu-isu berkembang di masyarakat. Sehingga, dalam rumah tangga biarlah sifat dominan ini berkembang memang di ranahnya saya, yaitu ranah mengurusi urusan pekerjaan rumah seperti merawat suami dan anak-anak. Dalam hal contoh, ketika suami tidak mau dinasehatin untuk istirahat padahal sedang sakit, nah boleh lah kedominasian saya dipakai untuk memaksanya istirahat demi kesehatannya.

3.Humorous
Lalu kualifikasi selanjutnya adalah, He has to be humorous. Mengapa hal ini juga masuk dalam syarat? awalnya hal ini tidak terfikirkan oleh saya, namun nasehat ibu angkat saya membuat saya menambahkannya kedalam list. Ibu angkat saya bilang menikah dengan seseorang tanpa sense of humor ibarat menikah dengan robot. Sepertinya jika difikir2 memang iya hehe.. Papa adalah orang yang sangat humoris, sedang Ibu yang bertipe golongan darah A adalah seorang yang lumayan kaku, peace Mom, hehe.. Namun, kehumorisan papa selalu berhasil mencairkan suasana sehingga keluarga saya tidak pernah jauh-jauh dari candaan dan tawa, walhasil kalau ada hal yang tidak mengenakkan terjadi bisa cepat lupa dan kembali baik lagi setelah dapat siraman humoris papa, hehe.. Dalam rumah tangga, dibutuhkan suasana candaan yang bisa mengakrabkan anggota keluarga, dan candaan selalu berhasil merobohkan benteng pemisah diantara sesama, tentunya candaan yang sesuai konteks dan tidak berlebihan juga hehe. Toh Rasulullah juga sering bercanda dengan Aisyah, sehingga kehidupan rumah tangga tidak akan terkesan monoton.

4. Wise and Kind
Dan the next, dia haruslah seseorang yang baik dan bijak, pada dasarnya ini juga sudah satu paket sih dengan poin pertama, seorang muslim yang baik pastilah memiliki pribadi yang baik, lalu kenapa tetap masuk list? Sekedar untuk mempertegas dan memperpanjang list doang sih haha. Tapi yah, seorang suami memang harus bijak, karena dialah yang akan memimpin rumah tangga, nakhoda rumah tangga, dan kebijaksanaan tidak boleh jauh2 dari seorang pemimpin :)

5. He Has To Love Me The Way I Am and Love Me With All of Him
and The last but not least dan termasuk yang sangat penting adalah "He has to love me the way I am and love me with all of him". Yup, dalam rumah tangga dibutuhkan kepercayaan dan kepercayaan timbul akibat adanya rasa cinta diantara sesama. Dia haruslah seseorang yang mencintai saya dengan apa adanya saya, yaitu mencintai saya satu paket dengan kelebihan dan kekurangan yang saya miliki. Karena saya pun akan mencintainya dengan cara yang sama, mencintai kelebihan dan kekurangan yang ada padanya. Karena suami dan istri ibarat pakaian yang menutupi satu sama lain. Suami istri adalah satu jiwa dalam dua tubuh, yang sudah seharusnya melengkapi satu sama lain.



Dan berbicara tentang masa depan pastilah berkaitan dengan pernikahan dan karier. Saya terlahir dari keluarga dimana kedua orang tua bekerja, sehingga melihat keberhasilan Ibu yang meski telah menikah dan mempunyai 4 orang anak namun memiliki karier yang begitu cemerlang tanpa mengenyampingkan tugas beliau merawat suami dan anak, bahkan hadits "Al-Ummu Madrasatun" benar2 beliau aplikasikan, tidak setitikpun ilmu yang saya dapat hari ini lepas dari peranan Ibu tercinta. Sehingga saya pun ingin begitu, berkarier namun tetap tidak melupakan dan mengenyampingkan tugas saya sebagai istri dan Ibu. Awalnya sejak umur 16 tahun saya telah memiliki mimpi untuk menjadi seorang diplomat kelak, namun Ibu sangat menentang keinginan ini, meski ibu adalah orang yang menjunjung tinggi pendidikan, namun bagi beliau seorang perempuan haruslah lebih dulu mendahulukan kodratnya yaitu, menikah dan mempunyai anak. Nah, ketakutan Ibu apabila saya menjadi diplomat maka akan timbul keinginan saya untuk tidak menikah karena yah, tau sendiri dong gimana diplomat itu, posting sana-sini, karier cemerlang, kalau pun menikah masa suami ikut istri mulu kemana2. Maka, dengan pertimbangan hal tersebut saya pun kini telah mencoret impian menjadi diplomat tersebut dari list mimpi saya, karena keyakinan saya yang percaya bahwa Ridhollah fi Ridho Walidain. Belakangan timbul plan baru, saya ingin setelah menyelesaikan S1 langsung lanjut S2, dan kalau bisa di luar, kembali ke Australia, Ibu sih sedikit tidak setuju dengan ide ini, bagi Ibu tidak ada S2 sebelum menikah, namun bujukan yang telah saya gencarkan hampir 3 tahun tampaknya kini membuahkan hasil, Ibu kini mengeluarkan izin S2 sebelum menikah untuk saya meski dengan catatan "S2 harus overseas dan beasiswa". Saya terima kesepakatan tersebut dan jika suatu saat saya telah menikah dan suami meminta saya berhenti atau mengganti karir yang saya jalani maka akan saya lakukan. At least untuk sementara saya sudah mempunyai plan, meski masa depan Allah yang mengatur, dan saya yakin Allah is the best planner. Sehingga, jika rencana2 yang saya buat tidak berjalan sesuai yang saya rencanakan saya tidak akan kecewa dan akan menerimanya. Dan karena saya tidak tahu kapan saya menikah maka rencana ini lah yang akan saya pakai untuk masa depan, namun jika ditengah jalan seseorang mengajak saya untuk mengikat janji sekuat perjanjian para Nabi, Mitsaqan Ghalizhon dan Allah memang menakdirkannya seperti itu, then I will definitely accept it with pleasure.. Karena lagi-lagi, Allah is the best planner :)


Tuesday, April 3, 2012

93 Million Miles

Yap, seperti yang sudah ditebak, judul tulisan kali ini terinspirasi dari salah satu lagu dari Jason Mraz, 93 Million Miles. Ketika saya mencoba menghilangkan kebosanan setelah berkutat dengan bahan-bahan mengenai Bioteknologi menurut Hukum Lingkungan Internasional untuk bahan KTI Mawapres saya, tidak sengaja melihat di home page Facebook saya, Bang Ozak (one of AIYEP Alumni 2010) put this video of Jason Mraz singing 93 Million Miles on another alumni's wall. Dan saya tertarik dengan video tersebut setelah membaca comment mereka yang mengindentifikasikan bahwa video klip lagu tersebut telah sukses membuat mereka berdua yang sedang berada di Perth, Australia homesick.
Dan, yah jari saya pun mulai mengklik new tab, menelusuri youtube mencari video tersebut, dan Voila! video ini berhasil membuat saya jatuh cinta dengan lirik dan tune nya yang benar-benar incredible !!
Berikut video dan liriknya

Kemudian ingatan saya membawa saya hanyut kedalam perjalanan program AIYEP (Australia-Indonesia Youth Exchange Program) yang baru selesai 12 Februari lalu. Teringat masa-masa adaptasi dengan new places, new people, new things, etc. Yang membuat saya suka atau tidak suka harus deal dengan situasi yang tidak biasa saya hadapi selama di tanah air. Kerinduan akan senyuman dan masakan Ibu, guyonan dan perhatian Papa, Canda tawa bersama Mbak Dian, Cici dan Fattah, suasana sibuk dan hecticnya Medan, kesibukan dikampus dan organisasi, terkadang membuat saya ingin segera cepat selesai dari program dan yah come back home..

Namun, setelah program selesai, keinginan untuk kembali ke Australia semakin menguat hingga membuat saya mengubah peta hidup 5 tahun kedepan, yang awalnya membuat AMINEF Fulbright sebagai next destination dan sukses membuat saya yakin menolak tawaran beasiswa dari Asia Foundation untuk melanjutkan s2 di Washington University which is highly respected University in West Coast demi mendapatkan ADS (Australian Development Scholarship) di ANU (Australia National University).

Mungkin inilah yang disebut "HOME", Australia seperti rumah kedua bagi saya. Meski selama tinggal disana tidak semua berjalan sesuai rencana dan keinginan namun setidaknya lebih banyak hal yang membuat saya jatuh cinta dan merasakan terikat secara literally dengan negara kangguru ini.

Namun, yang membuat saya mencintai Australia yah AIYEP sendiri, orang-orang didalamnya, baik peserta Indonesia dan Australia telah membuat saya mencintai mereka with all of me. Dan bagi saya selain rumah yang saya tinggal bersama keluarga di Medan, Indonesia. Australia, terkhusus Adelaide dan Kangaroo Island seperti rumah kedua bagi saya, rumah dimana saya bisa pulang kapanpun saya mau, dengan AIYEP sebagai keluarga saya yang akan menyambut saya kapanpun saya kembali.

Im so blessed to be a part of AIYEP big family :)

Dan, suatu saat ketika saya menjejakkan kaki ke tempat-tempat baru lagi, ribuan mil dari rumah, dari keluarga, dari tanah air, mungkin saya mencintai tempat-tempat tersebut namun "HOME" akan selalu berada dihati dan tidak akan pernah terganti, dan berjanji suatu saat saya akan kembali lagi dengan hati yang tak pernah terbagi...


Saturday, March 31, 2012

Siapa dan Apa yang Kau Cari? (Episode : Pernikahan)


(Tulisan Lama dari Account Facebook Saya, Semoga Tak Usang Dimakan Zaman dan Bermanfaat)

Nasehat ini sering saya berikan ke adik bungsu saya sejak dia menginjak usia remaja, namun pagi tadi terbersit di fikiran untuk membaginya kepada adik-adik luar biasa saya yang lainnya.. Meski dirasa terlalu dini, namun rasanya hal seperti ini sudah pantas untuk diketahui adik-adik saya yang mulai beranjak dewasa..

Adikku, Ketika engkau dewasa nanti, ketika engkau mulai berfikir untuk mencari sandaran hatimu, siapakah yang kau cari?

Seorang wanita dengan paras yang cantik? Duhai, adikku, jika ini yang kau cari maka kau dapat menemukannya dengan mudah, di sekolah, kampus, bahkan jalan raya.. Mereka tersebar dimana-mana, dengan hiasan yang memukau, busana yang mengundang, tutur kata yang menggoda, dan senyum yang menawan.. Jika ini yang kau cari, maka jangan marah jika kukatakan engkau mengalami kerugian besar. Karena fisik tidaklah kekal, siapa yang dapat menjamin paras cantiknya tetap ada hingga esok hari? Apa yang terjadi jika Allah memberinya musibah hingga kehilangan kecantikannya? 5, 10, 20 tahun, apakah kau akan melihat fisik yang sama seperti engkau pertama kali mengenalnya? Tidak.. karena kukatakan sekali lagi fisik tidaklah abadi..

Atau kau mencari seorang wanita cerdas? Adikku, bagaimana definisi cerdas menurutmu? Apakah Seseorang dikatakan cerdas ketika ia mampu mengerjakan ribuan soal matematika dan fisika dengan cepat dan benar atau seseorang yang menguasai lebih dari dua bahasa dengan lancar? Jika itu yang kau cari, maka engkau akan mudah menemukannya, dimana saja. Dan bukan suatu hal yang sulit bagimu mendapatkan satu dari miliaran wanita cerdas di dunia ini.

Atau Kau mencari seorang wanita kaya? Sehingga dengannya engkau tak perlu memikirkan persoalan ekonomi yang sulit nantinya? Sama seperti kecantikan duhai adikku, harta pun tak pernah abadi, ia bisa diambil Allah kapan saja, karena sejatinya harta yang dimilikinya bukanlah miliknya sesungguhnya, namun milik Allah semata. Lalu, apa yang akan terjadi jika esok Allah akan mengambil semua miliknya?

Mendapatkan seorang wanita yang mencintaimu karena fisikmu adalah hal yang biasa,
Mendapatkan seorang wanita yang mencintaimu karena kecerdasanmu adalah hal yang biasa.
Mendapatkan seorang wanita yang mencintaimu karena hartamu adalah hal yang biasa.

Namun, mendapatkan seorang wanita yang menerima fisikmu yang apa adanya adalah hal yang luar biasa.
Mendapatkan seorang wanita yang menerima ketidakcerdasanmu dalam beberapa hal adalah hal yang luar biasa
Mendapatkan seorang wanita yang menerima kekurangan materimu, dan bersedia memulai dari awal bersama mu adalah hal yang luar biasa.

Carilah seorang wanita dari segi akhlak dan agamanya..

Jika kau menemukannya suatu hari nanti, jangan ajak ia untuk berpacaran, karena pacaran tidak pernah ada dalam kamusnya, namun ajaklah ia menikah karena hanya itu solusi yang ada difikirannya. Dengan itu ia menilai sikapmu, keberanianmu, dan tanggungjawabmu..

Jangan pernah berusaha untuk menyentuhnya karena ia seorang yang tidak tersentuh, ia menjaga dirinya dari sentuhan yang bukan mahramnya, menjaga pandangannya dari apa-apa yang tidak halal baginya, menjaga suaranya sebagai tanda ia menarik garis tegas antaramu dan dia..

Karena ia melakukannya demi dirimu, calon pendampingnya kelak, siapapun dia, ia tidak peduli, karena yang paling penting baginya hanya akhlak dan agama yang dinilai, pangkat, harta dan jabatan tidak bernilai dimatanya.. Ia akan menerima jika engkau bukanlah seorang berpangkat tinggi, berharta banyak, dan memegang jabatan penting, dan ia akan bersyukur jika engkau memiliki salah satu dari tiga hal tersebut sebagai tambahan karunia Ilahi baginya, karena sekali lagi kukatakan akhlak dan agamamu lah yang dinilainya dan bukan segala hal yang kau miliki di dunia ini..

Wanita ini memiliki segala kesempurnaan, parasnya cantik karena selalu tertutupi oleh hijab ketakwaan, tak pernah sedikitpun ia rela jika sehelai rambutnya dilihat oleh yang bukan mahramnya, tak pernah sedikitpun ia rela jika setiap sudut lekuk tubuhnya dapat diamati dengan yang bukan mahramnya, karena ia begitu cantik, hingga Allah pun mencintainya..

Kecerdasannya luar biasa ia mampu menyelesaikan masalah dengan baik, menyikapi kehidupan dengan bijak, menyadari kesalahan dengan cepat. Ia akan mencintaimu dengan tulus, memahami sikapmu dengan baik, mematuhi perintahmu dengan ikhlas, dan mendidik anak-anakmu dengan luar biasa, kau tahu kenapa ia mampu melakukan semuanya? Karena ia punya buku petunjuk luar biasa ditangannya, yakni Quran dan Hadits..

Kekayaannya begitu melimpah, ia memiliki begitu banyak stok kesabaran ketika berusaha memahami sikapmu yang tidak disukainya, begitu banyak stok keikhlasan ketika hanya sedikit harta yang diterimanya darimu, begitu banyak stok kasih sayang ketika ia merawatmu dan anak-anakmu.. Ia rela tidak tidur hingga engkau memaafkan kesalahannya, ia rela menahan kantuknya hanya demi membukakan pintu dan membuatkan secangkir teh ketika engkau pulang larut, ia rela ketika hanya senyuman yang ia dapatkan dihari ulang tahunnya karena ia faham bahwa engkau telah berusaha menafkahinya dengan baik meski sedikit yang kau beri.

Kau tahu kenapa Ia Begitu “Sempurna” ? Karena Ia bidadari dunia yang Allah anugerahkan kepadamu, untuk engkau didik ia dengan cintamu, untuk engkau lindungi dengan kelembutan, untuk engkau cintai ia dengan sepenuh hatimu..

Namun, sayangnya wanita ini tidak begitu banyak diciptakan Allah, mereka bagai satu diantara seribu, mendapatkannya begitu sulit bagai mencari jarum ditumpukan jerami, untuk meraihnya kau pun harus melakukan usaha yang tidak sedikit dan mudah..

Syaratnya begitu banyak, namun tidak begitu sulit jika engkau ikhlas mengerjakannya.. Allah akan menganugerahimu satu diantara ribuan bidadari dunia ciptaanNya, hanya dengan akhlak dan agamamu sebagai harganya..

Karena kualitasnya begitu tinggi hingga engkau pun harus menyesuaikan kualitasmu agar setara dengannya, bukan kualitas fisik, harta dan kecerdasan, namun kualitas akhlak dan agamamu.. maka jika engkau ingin mendapatkan seorang bidadari dunia, mulailah perbaiki dirimu, tingkatkan akhlak dan imanmu sehingga kualitasmu akan setara dengannya, hingga Allah pun yakin untuk mempercayakan bidadari dunia tersebut kepadamu..

Namun, sekali lagi kuingatkan duhai adikku, luruskan niatmu untuk melakukannya demi Allah dan bukan demi mendapatkan bidadari duniaNya semata.. karena untuk mendapatkan cintanya kau harus memperoleh cintaNya terlebih dahulu..

Selamat Mencoba dan Berjuang, Kutunggu kabarmu mendapatkan bidadari dunia suatu hari nanti ..



Salam Cinta
Kakakmu

Maulida Hadry Sa'adillah
(Doakan semoga ia juga termasuk sebagai bidadari duniaNya)



My Dreams


(Catatan Lama dari Lembar Usang Perjuangan)

Sejenak, melepas fikir, merenung, seolah menahan waktu untuk menyadari setiap langkah yang telah kuambil. Tinta hitam itu kembali digoreskan, dan mulai permanen di hati.. Yaa Allah, terima kasih untuk mengabulkan doa-doaku, dengan "menutup" hati ini, menghilangkan kekecewaan, dan memberikan aku keikhlasan untuk melepas segala mimpi yang tak dapat kucapai. Hingga tak ada setitik air mata pun yang menetes, tak ada sebersit pun kekecewaan di hati, tidak ada sedikit pun penyesalan tersirat, yang ada hanya keyakinan bahwa Allah telah mempersiapkan yang terbaik untukku, Jika Tidak Hari Ini Mungkin Besok..

Yah, I Deserve Nothing But The Best , dan hanya Allah lah yang mengetahui apa yang terbaik untukku, Jika Tidak Hari Ini Mungkin Besok..

Langkah ini masih panjang, masih banyak hal yang harus kulalui, di depan sana terbentang begitu banyak cobaan dan rintangan, yang mau tidak mau memang harus kulalui, yah harus.. Dan kegagalan-kegagalan hari ini menjadi sebuah titik kulminasi untuk perubahan, perubahan menjadi yang lebih baik kedepan. sebagai titik kulminasi untuk menjadi lebih kuat lagi dalam mengatasi masalah dan tetap teguh dan berusaha dalam meraih mimpi-mimpi yang masih semu ini, baik mimpi-mimpi yang masih berupa sketsa di fikiran ataupun mimpi-mimpi yang sudah tertuang kedalam tulisan.

Ketika satu mimpi pupus maka mimpi-mimpi lain pun lahir, membentuk suatu semangat baru bernama Hidup. Menggoreskan tinta baru di hati, menjalin mimpi diatas sketsa kertas putih, yang suatu hari aku yakin tak akan lagi hanya berupa coretan namun berupa prestasi konkret yang cemerlang.

Hari ini biarlah mimpi-mimpi itu hanya sekedar sebuah coretan tinta hitam diatas kertas putih, namun suatu hari coretan-coretan itulah yang akan membawaku menjadi seorang yang luar biasa. Menggantikan gadis biasa berumur dua puluh tahun hari ini dengan seorang muslimah cerdas dengan sayap yang melebar keseluruh dunia. Biarlah mereka mengatakan ini hanya mimpi yang mustahil untuk terwujud, dan aku pun tak akan peduli, karena aku memiliki Allah, yah, HasbiyAllah, cukuplah Allah bagiku. Aku tak perlu siapa atau apa pun di sisi selama Allah menyertai setiap langkah yang kuambil.
Air mata ini tak akan pernah menetes untuk setiap mimpi yang belum kuraih, yah belum, karena selama nyawa masih di jasad, aku pun tak akan pernah berhenti untuk meraih mimpi-mimpi yang belum kuraih hari ini.Tidak Akan Pernah Berhenti..

I can almost see it
That dream I am dreaming
But there's a voice inside my head saying
"You'll never reach it"
Every step I'm taking
Every move I make feels
Lost with no direction
My faith is shaking
BUT I GOTTA KEEP TRYING
Gotta keep my head held high
There's always gonna be another mountain
I'm always gonna wanna make it move
Always gonna be a uphill battle
Sometimes I'm gonna have to lose
AIN'T ABOUT HOW FAST I GET THERE
Ain't about what's waiting on the other side
It's the climb
The struggles I'm facing
The chances I'm taking
Sometimes might knock me down
BUT NO, IM NOT BREAKING
I may not know it
But these are the moments that
I'm gonna remember most, yeah
Just gotta keep going
AND I, I GOT TO BE STRONG
Just keep pushing on
Keep on moving, keep climbing
Keep the faith, baby
It's all about, it's all about the climb
KEEP THE FAITH, KEEP YOUR FAITH
(Miley Cyrus, The Climb)

Ketika diri ini gagal dalam mencapai sesuatu dan ketika itu juga kekuatan baru itu lahir, kekuatan dan keyakinan yang kudapat dari lembaran kalamNya, dari nikmat sujud panjang malamNya.. Yah, lewat lembar-lembar suci itulah Ia menjawab semua kegundahan dan kesedihan hati "Asaabakum ghamman-bighammin-likailaa tahzanuu 'alaa maa faa takum walaa maa a shaa bakum". Allah menimpakan padamu kesedihan atas kesedihan,supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput daripada kamu dan terhadap apa yang menimpakamu. (Ali Imran:153)

Ketika ketakutanku akan kehilanganNya, Ia menjawab lagi lewat lembar kalam yang kubaca "Maa wadda 'aka rabbuka wamaa qalaa".Tuhanmu tidak meninggalkan kamu dan tidak pula benci kepadamu".( Ad Dhuha :3)

Ketika keputusasaan menghinggapi diri dan mulai memupuskan harapan, lewat lembar kalamNya Ia pun menguatkan " Fa Inna Ma'al Ushri yusro" sesungguhnya setelah kesusahan itu ada kemudahan (Al-Insyirah : 5)

Allahu Robbi..
Terima kasih untuk mimpi-mimpi yang gagal terwujud sehingga aku semakin yakin bahwa Engkau telah menyiapkan yang terbaik untukku, jika tidak hari ini mungkin besok.
Terima kasih untuk menunda mimpi-mimpiku, sehingga menempah kesabaranku untuk tetap berusaha..

Allah jika mimpi-mimpi yang gagal dan tertunda ini membawaku semakin dekat denganMu, semakin membuatku mencintaiMu, semakin membuatku bersabar atas segala ketentuanMu, biarlah, biarlah ia tetap seperti ini, karena bukan dunia yang ingin kuraih tapi akhiratMu yaa Rabbi "I'lamuu annamal hayaa tuddun-yaa la 'ibun".Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah suatu permainan. (S. Al Hadiid :20)

Tetaplah disini yaa Rabbi, tetaplah menguatkan hambaMu yang lemah ini, tetaplah mencintai hambaMu yang hina ini, meski tak layak, namun izinkanlah diri ini mencintaiMu, izinkanlah hanya Engkau yang ada dihati, izinkanlah hanya kekuataanMu yang membuatku tetap berdiri disini, izinkanlah hanya cintaMu yang mengisi tiap relung hati dan fikiran ini..

HASBIYALLAH, ALLAH IS ENOUGH FOR ME

Bumi Allah
7 Rajab 1431 H / 19 Juni 2010

Maulida Hadry Sa'adillah...

"Bermimpilah, Maka Tuhan Akan Memeluk Mimpimu" (Ayahanda Arai)