Wednesday, February 1, 2017

Menikah dengan Diplomat; Lebih dari Sekedar Passport Diplomatik dan Imunitas

Dulu ketika masih duduk dibangku kuliah, seringkali mahasiswi di jurusan saya hukum internasional, setiap ditanya ingin jadi apa jawabannya seperti ini "Kalau tidak jadi diplomat, jadi istrinya diplomat" lalu diikuti tawa cekikikan seisi kelas. Ketika menikah dengan seorang diplomat barulah saya mengerti apa arti sesungguhnya.. bahwa ini bukan hanya tentang tinggal diluar negeri, hak imunitas, resepsi internasional dan sederet angan-angan bahagia mahasiswi-mahasiswi di kelas saya dulu..

Setahun yang lalu ketika suami melamar saya, saya sudah tahu pasti satu hal, bahwa saya harus siap mengorbankan semua kebebasan serta mimpi-mimpi saya. Karena menikah dengan seorang diplomat bukanlah tentang passport diplomatik dan imunitas. Menikah dengan seorang diplomat artinya siap untuk menemani suami dimanapun ia ditempatkan. Menikah dengan seorang diplomat artinya rela tidak bekerja yang berpenghasilan ketika suami ditempatkan di luar negeri. Menikah dengan seorang diplomat artinya sering ditinggal suami dinas baik dalam dan luar negeri.

Menikah dengan seorang diplomat bukanlah tentang sering berpindah-pindah negara dan menikmati hidup layaknya liburan. Menikah dengan seorang diplomat artinya negara tempat suami ditempatkan tidak hanya menjadi masa depan karirnya saja tapi juga masa depan anak-anak yang akan dibesarkan disana. Di masa menunggu penentuan penempatan/posting suami, tidak hanya suami yang harap-harap cemas, saya pun harap-harap cemas. Bagaimana jika ditempatkan di tempat yang suhunya selalu dingin, bagaimana dengan Aishah yang masih sangat kecil, bisakah dia beradaptasi? Bagaimana jika ditempatkan di Amerika dengan Trump sebagai presiden saat ini, apakah akan aman berjalan membawa Aishah yang masih kecil sedangkan saya mengenakan hijab, bagaimana jika ada yang melakukan tindakan diskriminasi, apakah Aishah akan baik-baik saja? Bagaimana jika ditempatkan di negara yang tidak berbahasa inggris, apakah harus belajar bahasa setempat agar bisa berkomunikasi? Dan sederet bagaimana-bagaimana lainnya.

Menikah dengan seorang diplomat bukan hanya semata-mata mendukung suami. Menikah dengan seorang diplomat artinya menjadi ibu bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. Saya teringat dengan Ibu mertua saya yang juga merupakan istri diplomat, beliau mengabdikan dirinya mengajarkan ibu-ibu diluar negeri sana banyak hal seperti kerajinan tangan, mengaji dan memasak. Karena menikah dengan seorang diplomat bukanlah tentang tinggal diluar negeri, passport diplomatik, imunitas dan resepsi internasional tapi tentang pengorbanan mengabdikan diri menjadi pendukung setia para pejuang diplomasi negeri.

Jadi, masih mau menikah dengan diplomat? :)


Jakarta, 1 Februari 2017

Maulida Saadillah


No comments:

Post a Comment